SAMBUTAN

WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA

PERINGATAN

HARI DISABILITAS INTERNASIONAL (HDI) KE-27

KABUPATEN REMBANG TAHUN 2019

REMBANG, 21 DESEMBER 2019

 

Assalamu’alaikum Wr Wb;

Salam sejahtera untuk kita semua;

Dan saya ucapkan selamat pagi.

 

Yang saya hormati Bupati Rembang beserta Jajaran Birokrasi Pemerintah Daerah;

Ketua Disabilitas Multi Karya Rembang (DMKR);

 

Hadirin yang berbahagia;

Seraya memanjatkan rasa syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, pagi ini kita dapat bersama-sama hadir di Pendopo Kabupaten Rembang, menyertai “Peringatan Hari Disabilitas Inter-nasional (HDI) Ke-27 Kabupaten Rembang Tahun 2019”. Untuk itu, saya sampaikan apresiasi atas kegiatan ini yang diawali dengan pembukaan Pameran Disabilitas dan Usaha Mikro Kecil Mene-ngah (UMKM), perakitan motor modifikasi.

Saya sampaikan demikian karena hal tersebut menunjukkan kalau kegiatan ini juga menjadi wa-hana menuangkan ide, gagasan, serta penyelesaian atas permasalahan tentang karya, ekonomi dan kreativitas yang melibatkan disabilitas. Lebih dari itu, juga ajang penghargaan dan berbagai penga-laman antar disabilitas. Harapannya, kegiatan ini tidak sekedar menambah wawasan, melainkan juga memberikan motivasi dan bukti diri, bahwa disbilitas juga bisa mandiri dan berprestasi.

Perlu dipahami, prestasi itu tidak sekedar menang dalam lomba, melainkan menang me-nundukkan diri sendiri, itu jauh lebih penting dan juga sebagai prestasi.  Kehadiran saudara-saudara para disabilitas di arena ini, itu juga prestasi dalam mengalahkan rasa minder, malas, malu, dll. Jadi menurut saya, kegiatan ini keren. Harapannya, mampu menginisiasi rekan-rekan disabilitas lain-nya. Untuk itu, kepada Ketua Disabilitas Multi Karya Rembang (DMKR) saya sampaikan apresiasi.

       Pesan saya, teruslah bergerak, berani meng-inisasi dan selalu belajar. Sekecil apapun langkah, itu lebih berarti, asalkan dilakukan dilakukan secara kontinyu dan berkesinambungan. Jadi tidak hanya menunggu respon dari luar.

       Terkait hal tersebut, kepada Pemkab Rem-bang saya minta untuk tidak segan-segan berupaya meningkatkan kesadaran semua pihak akan isu-isu disabilitas, hak-hak  fundamental para penyandang disabilitas dan integrasi para penyandang disabilitas di dalam setiap aspek kehidupan utama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Dari kacamata inklusi, Rembang juga beru-paya memfasilitasi terbentuknya kabupaten sebagai lingkungan yang aksesibel, inklusi dan demokratis, dengan mengakui dan menghargai perbedaan dan keragaman karakteristik warganya, termasuk yang inklusi. Dan dengan membangun wilayah yang ramah kepada penyandang disabilitas, berarti kabupaten ini telah berperan penting melahirkan pemimpin masa depan di kalangan disabilitas. Bahkan mendorong perubahan dan peningkatan kualitas hidup mereka.

Hal itu tampak adanya keramahan dan kepada para penyandang disabilitas. Ramah tidak saja dalam sikap namun juga berbagai fasilitas serta kegiatan yang diselenggarakan. Itu OK banget, serta sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Tengah Nomor 11 Tahun 2014 tentang Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disa-bilitas. Perda ini mengatur tentang pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dipandang dari berbagai aspek, antara lain : aspek kesehatan, pen-didikan, ketenagakerjaan, politik, hukum, keolah-ragaan, kepariwisataan, dll, yang tidak lepas dari ketersediaan aksesibilitas bagi penyandang disabi-litas. Penetapan perda tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam upaya penyelenggaraan pemenuhan hak-hak pe-nyandang disabilitas di Jawa Tengah untuk lebih diperhatikan oleh semua pemangku kepentingan, baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat di Jawa Tengah.

 

Hadirin yang saya banggakan;

Mengkahiri sambutan ini, saya sampaikan bahwa menjadi penyandang disabilitas bukanlah pilihan, melainkan fakta yang harus diterima dan dijalani. Salah satu hikmahnya adalah tumbuhnya rasa empati, semangat saling membantu dan memahami disabilitas sebagai bagian dari perbe-daan. Dan mutu peradaban suatu bangsa dan masyarakat, dapat diukur dari bagaimana bangsa dan masyarakat tersebut memperlakukan para penyandang disabilitas.

Untuk itu, saya sampakan terima kasih dan penghargaan tulus. Ini karena kesamaan akses bagi disabilitas hanya bisa terwujud dengan terse-dianya kebijakan, layanan terhadap disabilitas serta modifikasi lingkungan. Jadi mari kita berusaha menerima para sedulur disabilitas seraya member-dayakan mereka.

Demikian yang dapat saya sampaikan me-nyertai kegiatan ini.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

Wabillahi taufiq wal hidayah,

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

 

 

 

WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH

 

 

H. TAJ YASIN