SAMBUTAN

IBU HJ. SITI ATIKOH GANJAR PRANOWO

PADA ACARA

KONFERENSI CABANG VII PIMPINAN CABANG FATAYAT NU KABUPATEN MAGELANG

KAB. MAGELANG, 25 DESEMBER 2019

 

Bismillaahirrohmaannirrohiim.

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

 

Yang saya hormati, Ketua PCNU Kabupaten Magelang beserta pengurus;

Ketua PW Fatayat NU Provinsi Jawa Tengah;

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Magelang;

Panitia Konferensi Cabang PC Fatayat NU Kabupaten Magelang;

Undangan dan Hadirin yang berbahagia;

 

Puji syukur kehadirat Allah SWT. Alhamdulillah  hari ini kita masih dikaruniai nikmat sehat dan nikmat kesempatan, sehingga bersama-sama bisa menghadiri Konferensi Cabang VII PC Fatayat NU Kabupaten Magelang dalam keadaan sehat wal ‘afiat, yang kali ini mengangkat Tema “Memperkokoh Eksistensi Dan Kemandirian Kader Untuk Indonesia Maju”.

Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Selain menjadi wahana untuk berdiskusi, bermusya-warah dan menyusun kerangka kerja organisasi, Konferensi  ini juga menjadi sarana untuk meng-konsolidasikan seluruh anggota Fatayat NU Kabupaten Magelang dalam rangka mensikapi berbagai permasalahan kebangsaan yang kita hadapi akhir-akhir ini.

Hadirin yang berbahagia;

Saya ucapkan terima kasih kepada Fatayat NU Kabupaten Magelang yang selama ini dikenal sebagai penjaga keberlangsungan NKRI. Ditengah-tengah gempuran paham ekstrim, Fatayat NU dengan teguh mengkampanyekan Islam moderat dan toleran, serta melindungi kelompok minoritas. Perempuan adalah tiang negara. Ungkapan ini bermakna, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan bangsa dan negara.

Secara garis besar ada dua dimensi tugas pokok Fatayat, yang pertama adalah sebagai organisasi penerus kader, Fatayat dituntut untuk meneruskan perjuangan Nahdlatul ulama, dan yang kedua sebagai  gerakan perempuan. Sebagai organisasi perempuan Fatayat dituntut untuk memberikan sumbangsih pemikiran, sehingga hak dan peran perempuan tidak termarjinalkan. Memang Persoalan perempuan yang komplek dan sangat heterogen ini tidak bisa begitu saja terselesaikan dan teratasi.

Pada kesempatan ini saya  meminta seluruh kader mengingat kembali perjuangan “Tiga Serangkai” perempuan NU yang telah berjuang dengan gigih. Mereka adalah Nyai Chuzaimah Mansur dari Gresik, Nyai Murthosiyah Chamid dari Surabaya dan Nyai Aminah Mansur dari Sidoarjo. Berkat perjuangan para mereka, Fatayat NU menjadi organisasi perempuan yang besar, mempunyai jaringan yang kuat, struktur yang jelas dan memiliki segudang sumber daya manusia yang hebat. Kita semua harus meneruskan perjuangan mereka

Para perempuan muda NU yang tergabung dalam Fatayat NU inilah yang bisa menjadi bagian dari pelopor perubahan. Jiwa muda yang penuh inovasi dan mau mengambil risiko sangat cocok menjadi wirausahawan. Sektor wirausaha merupakan sektor yang menjanjikan guna menjanjikan kesejahteraan yang lebih baik serta berpeluang tumbuh dalam skala industri. Warga NU bisa terdiaspora dalam berbagai sektor ekonomi yang satu sama lain saling mendukung demi terciptanya kesejahteraan bersama.

Di Indonesia sendiri, jumlah wirausahawan masih kurang dari dua persen, sehingga diperlukan upaya keras untuk meningkatkan jumlah para wirausahawannya. Fatayat NU diharapkan bisa menjadi bagian gerakan besar para wirausahawan Perempuan.

Fatayat NU diharapkan bisa mewujudkan kemandirian perempuan dan memberikan warna-warni dan arah dalam perjalanan pembangunan daerah. Perempuan yang mandiri dan berdaya merupakan elemen strategis suksesnya pembangunan daerah. Oleh karena itu, upaya menguatkan kemandirian perempuan perlu didukung sebagai bagian penting dalam pelaksanaan pembangunan daerah, menjadi komitmen bersama yang didukung segenap stakeholder pembangunan daerah. Penguatan kemandirian perempuan bisa terwujud melalui berbagai cara. Salah satu cara untuk penguatan kemandirian perempuan adalah aspek ekonomi.

Saya berharap, dari berbagai upaya penguatan kemandirian perempuan secara ekonomi sangat terbuka dilakukan. Perempuan selama ini banyak yang menjalankan usaha secara mandiri, seperti industri rumahan (home industry) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Namun dari fakta di lapangan, usaha-usaha yang dilakukan perempuan tersebut sulit berkembang maju, karena menghadapi berbagai kendala mulai dari kurangnya permodalan, teknik produksi yang masih tradisional, teknik pengemasan yang masih apa adanya, hingga akses pemasaran yang sangat terbatas.

Solusi untuk mengatasi kendala – kendala tersebut adalah dengan menguatkan akses dan peluang perempuan untuk memperoleh dukungan permodalan usaha dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan (skill) berwirausaha, teknik produksi, pengolahan dan pengemasan dengan peralatan berbasis teknologi modern, serta dukungan pemasaran seluas-luasnya melalui promosi dan jejaring e-commerce maupun memanfaatkan kemudahan-kemudahan dari ragam medsos.

Saya berharap kepada seluruh Kader Fatayat NU Kabupaten Magelang agar terus berjuang. Menghidupi Fatayat NU, bukan hidup dari organisasi tersebut.  Harapan kita, Fatayat NU hari ini adalah yang pinter ngaji, sarat inovasi dan mandiri secara ekonomi, Fatayat NU hari ini adalah yang terus merawat toleransi menjaga negeri dan Fatayat NU jaman kini adalah perempuan muda yang hadir tak hanya kata tapi pada kecepatan dan kemudahan pelayanan kepada masyarakat.

Hadirin yang berbagia;

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Kepada seluruh Pengurus dan anggota Fatayat NU Kabupaten Magelang, selamat melaksanakan Konferensi Cabang VII PC Fatayat NU Kabupaten Magelang. Daya gunakan pertemuan ini untuk menyerap berbagai masukan dan aspirasi forum, sehingga mampu menghasilkan kebijakan dan program yang mem-berikan kebermanfaatan bagi kemajuan organi-sasi, bangsa dan negara.

Semoga Allah SWT, meridhoi dan memudahkan usaha luhur kita membangun Indonesia.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

Wabillahitaufiq wal hidayah,

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

 

 

 

 

 

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hj. SITI ATIKOH GANJAR PRANOWO