ATUR PANGANDIKAN

GUBERNUR JAWI TENGAH

ING ADICARA

PUNCAK EKSPEDISI BHAKTI PEMUDA PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KE BUDAYAAN UNTUK NKRI

MAGELANG, 21 NOVEMBER 2019

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Sugeng enjang lan karaharjan dhumateng kito sekalian;

Ingkang kulo Kurmati Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia lan Kebudayaan, Bapak Muhadjir Effendi;

Jajaran Forkopimda Jawi Tengah; Poro Muda-mudi saking sak endenging Provinsi Jawi Tengah;

Tamu Undangan ingkang minulyo;

Puji syukur konjuk ing ngarsanipun Allah SWT, Alhamdulillah enjing punika kita taksih pinaringan kasarasan lan kawilujengan sahengga saged sesarengan hangastreni adicara, Puncak Ekspedisi Bhakti Pemuda Pembangunan Manusia Dan Ke Budayaan Untuk NKRI.

Kulo aturaken sugeng rawuh dhumateng Bapak Menteri Koordinator PKM lan poro jajaran ing tlatah Jawi Tengah. Mugikemawon kerawuhan Bapak wonten ing mriki saged nambahi smangat lan motivasi dhumateng kita sekalian, mliginipun poro sederek kawulo muda panyarto Ekspedisi Bhakti Pemuda Pembangunan Manusia Dan Ke Budayaan Untuk NKRI.

Bapak, Ibu lan para rawuh sedaya, prelu kulo aturaken bilih yektosipun, saben dinten Kemis, jajaran Pamarintah Provinsi Jawi Tengah dipun prayogakaken ngginaaken Basa Jawi saklebetipun wawan pengandikan ing papan makaryo. Nanging amargi ingkang rawuh mboten sedaya saking Jawi, lan punapa ingkang kulo aturaken kedah saged dipun mangertosi kanthi sae, pramilo saklajengipun kulo badhe matur ngginaaken Basa Indonesia.  

Saya senang dan bangga dapat ber-silaturahmi dengan adik-adik Pemuda dari penjuru pelosok tanah air yang progresif dan maju. Seperti inilah seharusnya generasi penerus bangsa, mau urun angan dan turun tangan berbuat sesuatu untuk kemajuan daerah, bangsa dan negaranya. Peduli dan kritis dalam membedah persoalan bangsa dan mampu memberikan ide sekaligus solusinya. Inilah sosok ideal pemuda Indonesia.

Sejarah mencatat dengan tinta emas tentang pergerakan pemuda. Dari zaman penjajahan sampai dengan era millenial, pemuda selalu menjadi garda terdepan dalam membela Negara. Kini tugas dan tanggung jawab itu tidaklah bergeser sedikitpun dari pundak para pemuda Indonesia. Permasalahan bangsa harus diselesaikan, tantangan bangsa harus dijawab dengan tindakan nyata, dengan karya dan prestasi.

Hari ini kita masih diganggu oleh tindakan-tindakan Radikalisme, Terorisme dan Intoleranisme. Kita prihatin, anak-anak muda Indonesia ada yang bergabung dalam gerakan radikalisme dan terorisme maupun ormas yang berideologi anti Pancasila.

Tidak hanya itu, banyak generasi muda kita yang dengan mudahnya memberikan ujaran kebencian, terutama melalui medsos. Dengan gampangnya kata-kata kotor dan bully dilontarkan untuk mencari pembenaran. Belum lagi sikap-sikap intoleransi dan pabrik-pabrik kebencian dan hoax yang muncul di tengah-tengah kehidupan kita yang berpotensi memecah belah kebhinekaan kita. Narkoba juga menjadi ancaman nyata bagi Bangsa Indonesia. Di Indonesia, 50 orang meninggal setiap hari karena narkoba. Kemiskinan dan pengangguran juga masih menjadi PR kita. Sikap-sikap tidak jujur, korupsi dan kolusi juga menjadi ancaman serius yang menggerogoti mental bangsa. Ini ancaman serius dan harus kita selesaikan bersama.

Untuk itulah generasi muda dituntut untuk memenuhi tugas dan tanggung jawabnya untuk berkontribusi dan berperan aktif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa tersebut. Kaum muda harus jadi part of solution, bukan part of problem. Berbasis semangat Bela Negara, pemuda harus bertindak memberikan solusi dari berbagai permasalahan kebangsaan di negeri ini. Begitu banyak goresan sejarah pemuda hebat dalam menjalankan perannya untuk pemerintahan Indonesia, dengan keberanian, integritas, intelektualitas, kreativitas dan sikap kritisnya.

Dalam konteks kekinian, pemuda harus menjadi generasi penerus bangsa yang jujur, inovatif, memiliki kepekaan sosial tinggi, kemandirian dan tanggung jawab dalam setiap perbuatannya. Pemuda diharapkan berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, agen perubahan dan pembaruan sekaligus mampu menginspirasi dalam segala aspek pembangunan nasional. Pemuda harus berani melakukan hal-hal hebat, memiliki idealisme, kepercayaan diri, dan semangat kerja yang hebat, dilandasi dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan serta itikad luhur untuk membangun negara.

Membangun bukan hanya dalam arti fisik, tetapi yang lebih penting adalah membangun karakter, knowledge, skill dan attitude  agar kita mampu mengolah potensi yang ada untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Karena potensi kita yang luar biasa ini, tidak akan membawa manfaat secara optimal bagi rakyat selama kita masih tergantung pada negara lain.

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh pemuda untuk kemajuan bangsa. Untuk itu, pemuda harus diberi ruang gerak dan fasilitas agar berani menyuarakan idealismenya, menggali potensi diri, melakukan eksperimen positif yang menghasilkan inovasi-inovasi baru serta terus mengembangkan kualitas diri agar mampu menjadi motor penggerak kemajuan bangsa.

Pemuda harus bisa Mandiri. Kemandirian berarti kemampuan seseorang untuk melakukan, memikirkan dan merasakan sesuatu, untuk mengatasi masalah, bersaing dan mengambil keputusan dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, bertanggung jawab, serta tidak bergantung pada bantuan orang lain.

Pemuda juga harus memiliki Jiwa Nasionalisme. Jiwa nasionalis, adalah jiwa yang me-mentingkan bangsa sebelum dirinya. "Nation before myself". Individu-individu yang berjiwa nasionalisme, idealnya memiliki sikap integritas, pengendalian / kestabilan emosi, karena jiwa nasionalisme adalah jalan menuju karakter negarawan sejati. Berjiwa nasionalis itu, pegangannya Pancasila. Menjadi nasionalis itu tidak harus berjuang perang mati-matian untuk memerdekaan Indonesia. Di era modern ini, nasionalisme dapat diwujudkan dengan meng-harumkan nama Indonesia. Banyak cara kita mengharumkan bangsa ini, misalnya berprestasi di bidang olahraga, musik, ilmu pengetahuan, teknologi dan sebagainya sesuai kompetensi masing-masing.

Mulai hari ini mari kita berkarya untuk Indonesia. Pemuda harus mampu merawat Indonesia. Berlandaskan Pacasila yang sangat toleran mari menggenggam keberagaman maupun keberagamaan. Kita semua percaya dan meyakini Pancasila mampu membawa keragaman dan keberagaman itu menjadi kekuatan besar menuju bangsa yang bermartabat.

Terakhir, saya ucapkan terima kasih kepadaseluruh peserta Bhakti Pemuda Pembangunan Manusia Dan Ke Budayaan Untuk NKRI. Mari satukan tekad membangun negeri. Singsingan lengan bergotong-royong memajukan Indonesia. Pemuda Indonesia teruslah maju, berkarya serta membangun tanah air tercinta. Sekian dan terima kasih

Wabillahi taufik wal hidayah

Wassalamu`alaikum Wr. Wb. 

                                   GUBERNUR JAWA TENGAH

 

 

 

 

                                                                                                                                                      H. GANJAR PRANOWO, SH, M.IP