SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA ACARA

RAPAT KERJA WILAYAH PT. BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) KANWIL SEMARANG

SEMARANG, 17 JANUARI 2020

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya Hormati Jajaran Direksi PT. Bank Rakyat Indonesia Kanwil Semarang;

Para Kepala Divisi, Pemimpin Wilayah, Kepala Audit Intern Wilayah dan seluruh Staf Karyawan BRI yang saya banggakan;

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kita dapat hadir dan bersilaturahmi dalam acara Rapat Kerja Wilayah PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Kanwil Semarang.

Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saya menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Selain merupakan salah satu mekanisme perusahaan, Rapat Kerja ini juga menjadi media untuk evaluasi sekaligus menyusun berbagai program kerja dalam rangka memajukan PT. BRI. Perlu diingat, salah satu faktor penting yang perlu ada dalam upaya memajukan sebuah organisasi/perusahaan adalah adanya karakter Leadersip yang kuat.  

Seiring dengan Era Industri 4.0 dan era millenial yang saat ini sedang kita lalui, konsep Leadership juga harus ikut berubah dan menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Konsep Leadership saat ini harus berfokus pada keterlibatan tim, kemampuan individu, keterampilan memotivasi dan pabrikasi ide-ide super kreatif. Hal ini akan menghasilkan budaya kerja yang terbuka, transparan dan inovatif. Yang pasti, para pemimpin saat ini mayoritas sudah menggunakan teknologi dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya. Seakan, teknologi sudah tidak terpisahkan lagi dalam pemerintahan, perusahaan, organisasi, komunitas atau ‘project’ yang mereka pimpin.

Dari pengalaman dan pengamatan saya, terdapat lima dimensi dari kepemimpinan saat ini.

Ø Pertama adalah kompetisi, bagaimana pemimpin membaca dan merespons tantangan terhadap iklim kompetisi yang ketat dan semakin kompleks. Sikap pemimpin dalam merespons dan bereaksi dalam kompetisi sangat menentukan kemajuan organisasi yang dipimpinnya.

Ø Kedua, hirarki. Pemimpin masa kini harus mengedepankan pengambilan keputusan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh anggota organisasi dalam menentukan langkah yang dipilih. Hasil keputusan yang diambil secara egaliter akan memaksimalkan berbagai peluang dan kesempatan.

Ø Ketiga adalah pengembangan talenta di berbagai bidang, pemimpin memanfaatkan talenta individu agar dapat terus meng-eksplorasi dan memaksimalkan penggunaan potensi guna memaksimalkan kemajuan organiasasi.

Ø Keempat, Pemimpin perlu lebih banyak mengedepankan dialog berupa internalisasi visi, nilai dan budaya kerja kepada seluruh karyawan yang merupakan stakeholder internal organisasi. Supaya berhasil menjadi pemimpin yang inklusif, pemimpin perlu mahir menempatkan diri sebagai coach, mentor, leader, dan kawan baik bagi anggota organisasinya.

Ø Kelima, hiperkonektivitas. Kondisi ini memungkinkan kepemimpinan yang berjejaring dari level mikro hingga makro, dimana keberadaan dan pemanfaatan teknologi merupakan hal utama bagi organisasi.

Ø  Keenam adalah transparansi. Pemimpin mengedepankan komunikasi terbuka (open) dan kejujuran (honest). Kepemimpinan yang baik selalu dimulai dengan komunikasi yang baik, hal ini dibangun dengan kebiasaan berkata jujur dalam berpikir dan berpendapat. Konteks kepemimpinan saat ini menjadikan transparansi menjadi budaya utama. Saat berbagai informasi mengalir deras secara global hanya dengan hitungan detik, maka transparansi tidak hanya diharapkan tetapi juga tidak bisa dihindari.

Bapak-Ibu, Perubahan selalu berawal dari hal yang paling kecil dan butuh proses. Terkadang, kita tidak sabar untuk meraih hasilnya sehingga menjadi tergesa-gesa dan hasilnya pun tidak maksimal. Bergeraklah pelan, namun tetap progresif. Akan ada momennya ketika kita ingin bergerak ke arah yang lebih besar. Begitupun dalam hal kepemimpinan.

Walau begitu, siapapun yang ingin diberikan amanah besar sebagai pemimpin tentunya harus mampu memantaskan diri terlebih dahulu. Kapasitas, kompetensi, daya saing, jam terbang, sikap dan keterampilan menentukan tingkat kepantasan dalam menjadi pemimpin haruslah dimulai dari sekarang.

Hadirin yang berbahagia, Saya lihat PT. BRI ini dari hari kehari terlihat peningkatannya, khususnya dalam memberikan pelayanan perbankan kepada masyarakat. Hal ini tentu harus terus ditingkatkan. Utamanya dalam membantu memajukan UMKM Jawa Tengah. Saya sering ngobrol dengan rekan-rekan  pedagang dan UMKM, permasalahan utama yang sering mereka utarakan adalah terkait dengan masalah permodalan.   

Banyak juga anak-anak muda yang sebenarnya punya semangat untuk berwirausaha tetapi terbentur modal. Mereka harus terus dibantu. PT. BRI harus mampu memberikan solusi atas permasalahan mereka. Berikan dan permudah pinjaman modal kepada UMKM Jateng berbunga rendah. Saya yakin jika mereka terus kita support seperti ini, UMKM akan semakin maju dan memberikan kontribusi signifikan bagi pengurangan angka kemiskinan serta peng-angguran Jawa Tengah.

Maka saya mengajak PT. BRI untuk bergotong-royong  bersama-sama, bersinergi tidak hanya memajukan sektor UMKM saja, tetapi juga sektor lainnya seperti sektor pertanian, perikanan, peternakan, dll. Ayo kita majukan Jawa Tengah ini.

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Semoga bermanfaat.

Sekian, terima kasih.

Wabillahitaufik wal hidayah

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

 

GUBERNUR JAWA TENGAH

 

 

 

H. GANJAR PRANOWO, SH, M.IP