SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA ACARA

SANTUNAN 200 ANAK YATIM BERSAMA HABIB SYEKH BIN ABDUL QADIR ASSEGAF DAN YIK MUHAMMAD HADI ASSEGAF

SURAKARTA, 2 SEPTEMBER 2020

 

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera untuk kita semua dan saya ucapkan selamat siang.

 

 

Yang saya hormati, Habib Syekh Bin Abdul Qadir Assegaf dan Yik Muhammad Hadi Assegaf;

Para Habib, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, dan anak-anakku penerima santunan.

            

 

 

        Puji syukur kita haturkan kehadirat Allah SWT, Alhamdulillah dikesempatan ini bersama-sama kita dapat berkumpul, bersilaturahmi, mengikuti acara Santunan 200 Anak Yatim bersama Habib Syekh Bin Abdul Qadir Assegaf dan Yik Muhammad Hadi Assegaf.

”Terimakasih dan apresiasi” saya haturkan kepada  Habib Syekh Bin Abdul Qadir Assegaf dan Yik Muhammad Hadi Assegaf yang hari ini memberikan santunan kepada 200 Anak yatim, kegiatan ini tentu menjadi tauladan yang baik bagi masyarakat untuk senantiasa bisa berbagi, bersedekah. Ing adicara punika panjenengan sampun paring Pelajaran Matematika kanthi komplit. Mboten namung ”ping-pingan utawi tambah-tambahan kemawon, nanging pan-jenengan ugi ngajari carane pembagian lan pengurangan”.

       Saya sampaikan demikian karena di masa Pandemi Covid-19 ini, yang kita butuhkan adalah  jiwa besar, kepedulian terhadap sesama. Wabah Virus Corona ini berdampak sistemik. Semua merasakan, pembangunan menjadi terasa berat. Termasuk di Jawa Tengah,  dampaknya pada Perekonomian pada triwulan II 2020 mengalami kontraksi (tumbuh negatif). Memang berat, semua terdampak, karena perut yang lapar, psikis, mental, moral, dan tata kehidupan sangat berpotensi menjadi gaduh.

Oleh karena itu, saya ingin kegiatan ini bisa menjadi wahana pencerahan spiritual yang ber-dampak pada terbangunnya tata kehidupan masyarakat yang lebih humanis, mau peduli kepada sesama.

Kegiatan ini selaras dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemprov Jateng, kami merasa terdukung oleh kegiatan-kegiatan masyarakat seperti ini. Dalam penanganan Covid-19, kami terus melakukan inovasi-inovasi, seperti Jogo Tonggo, Njagani Plesiran, Sekolah tanpa Sekat, Rumah sakit Tanpa Dinding, Lumbung Desa, dll.

Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi, dalam skala lebih besar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga melaksanakan kegiatan Jaring Pengaman Kesehatan (JPK), Jaring Pengaman Sosial (JPS) dan Jaring Pengaman Ekonomi (JPE) dengan total anggaran yang disediakan lebih dari 2 triliun rupiah. Untuk JPE sendiri disediakan anggaran sebesar Rp. 369.234.129.000, pada kegiatan JPE dilaksanakan berbagai kegiatan/ bantuan/pendampingan untuk merangsang kehidupan ekonomi masyarakat/UKM/IKM yang terpuruk agar kembali bangkit hingga nantinya mampu meningkatkan daya beli/kesejahteraan.

 

Untuk anak-anakku penerima santunan, saya berpesan kepada kalian untuk terus belajar. Juga giatlah pula dalam mengaji, termasuk mendoakan orang tua yang sudah meninggal supaya diampuni dosa-dosanya. Doa anak yang sholeh adalah salah satu amalan yang bermanfaat bagi bagi orang yang telah meninggal.

 

Selain itu, lakukanlah amal pada sesama, tidak harus berupa uang. mengamalkan ilmu yang bermanfaat, meski satu ayat, itu juga sudah sangat bagus. Ini selaras dengan sabda Rasulullah, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631). Tidak kalah penting, hormati dan berbhaktilah kepada orang yang mengurusmu saat ini, baik itu dari panti asuhan,  saudara atau tetangga, karena merekalah orang tuamu saat ini.

Sekali lagi, kita harus bangun terus spirit dan nilai gotong royong dan kita harus punya sense of crisis atas pandemi ini. Mari berbuat sesuatu menghadapi dan mengatasi pandemi.

 

Hadirin yang saya hormati,

       Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.


       Sekian, terima kasih.

 

Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Tharieq

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

 

                                                                                                                                                                                                                                                                     GUBERNUR JAWA TENGAH

 

 

 

                                                                                                                                                            H. GANJAR PRANOWO, SH., M.IP