SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA

SILATURAHMI KEBHINEKAAN DAN DOA BERSAMA MAULANA AL HABIB MUHAMMAD LUTHFI BIN ALI BIN YAHYA DENGAN PARA TOKOH LINTAS AGAMA  SE – SOLO RAYA DALAM RANGKA MERAJUT KEBHINEKAAN DALAM BINGKAI NKRI

SEMARANG, 07 SEPTEMBER 2020

          Bismillahirrahmaanirrahiim

 

          Assalamu`alaikum Wr.Wb.

          Salam sejahtera untuk kita semua.

          Om Swastiastu, Nammo Buddhaya;

          Salom, Salam Kebajikan, Rahayu;

          Dan saya sampaikan Selamat Pagi.

 

Yang saya hormati, Maulana Al Habib Abah Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya Selaku Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia;

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah;

Panglima Daerah Militer IV Diponegoro;

Unsur Forkopimda Provinsi Jawa Tengah;

Walikota dan Unsur Forkopimda Kota Surakarta;

Para Tokoh Lintas Agama Forum Komunikasi Umat Bersama (FKUB) Se – Solo Raya;

 

       Hadirin yang berbahagia;

Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, Alhamdulillah pada hari ini kita dapat hadir disini, kita dapat bertemu dalam keadaan sehat wal’afiat, merawat ke-Bhinneka Tunggal Ika-an melalui Silaturahmi Kebhinekaan Dan Doa Bersama Maulana Al Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya Dengan Para Tokoh Lintas Agama  Se – Solo Raya Dalam Rangka Merajut Kebhinekaan Dalam Bingkai NKRI. Mudah-mudahan kesejukan dan kekuatan batin kita dalam memanjatkan doa, mampu mempersatukan dan mempertahankan Kesatuan Bangsa Indonesia.

Sungguh saya merasa berbahagia, malam ini bersama panjenengan sedaya, berkesempatan bersilaturahmi sekaligus mendoakan bangsa Indonesia tercinta.

Saat ini kita patut prihatin, diantara anak bangsa masih ada yang suka saling memutar balikkan covid-19, menjelekkan, saling fitnah, menyampaikan ujaran kebencian, menyebarkan hoaks, bahkan ada yang nguthak-uthik ideologi Pancasila. Padahal Pancasila itu digagas dan dirumuskan oleh para founding fathers kita, dan sudah menjadi kesepakatan nasional bahkan final yang harus dijaga dan diamalkan dengan baik. Nilai-nilai spiritual dan kemanusiaannya pun terangkum jelas dalam sila-silanya. Kalau deal besar itu diganggu, direcoki, juga diusik terus menerus, tentu akan berpotensi membelah kesatuan negeri ini. Kecuali kita menjaga keputusan kolegial atau niat baik yang sudah di hadirkan dalam Pancasila.

Oleh karena itu, saya Gubernur Jawa Tengah akan di depan memastikan Pancasila tegak, NKRI tegak, Bhineka Tinggal Ika tegak, Undang Undang Dasar 1945 tegak. Saya meyakini, jika Pancasila mendasari tiap perilaku, toleransi dapat terus di-kembangkan tanpa kehilangan substansi keber-agama-an kita, saling menghargai dalam perspektif kemanusiaan, bergotong royong dalam pem-bangunan dll.

Sebagai pewaris negeri ini, sudah selayaknya kita beraksi merawat negeri ini, berdoa untuk per-satuan dan kemakmuran Indonesia. Saya tegaskan bahwa  Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika & UUD 1945 tetap tegak di bumi Jawa Tengah dan Indonesia. Dulu para tokoh agama dengan pendiri bangsa telah berjuang untuk menjadikan Pancasila sebagai kesepakatan bersama untuk mewujudkan rumah besar yang bertajuk Indonesia.

Maka sekarang saya mengajak kita untuk menjaga Indonesia dan Jawa Tengah. Terlebih menjelang Pemilu Kepala Daerah 2020 ini, kita perkuat gotong royong, bersatu padu, guyub rukun membangun suasana damai, tenang dan gembira membangun Indonesia. Mari berikhtiar dan berbuat menolak bala dengan bershalawat dan berdzikir. Doa-doa ini doa istimewa, memohon kepada Allah agar bangsa kita tidak kena bala. Bangsa kita agar cepat keluar dari berbagai persoalan tanpa perpecahan.

Bersatu padu Indonesia maju, komposit kata yang hebat dan menjadi nutrisi pemersatu bangsa. Tidak saling mencari perbedaan satu sama lain di atas persamaan yang ada, saling menghargai dan menghormati, tanpa mencela dan merendahkan satu dengan lainnya. Indonesia akan perkasa, apabila kita memegang teguh kekompakan dan persatuan. Ibarat sapu lidi sebatang tak dapat kita gunakan untuk menyapu dan membersihkan, tapi ketika lidi diikat sebatang akan punya kekuatan hebat dan bermanfaat.

Pada kesempatan ini pula, saya mengucapkan ”terimakasih” kepada para kyai, Ulama dan Tokoh Lintas Agama yang dengan kebesaran hatinya, selalu menebarkan benih - benih kedamaian dan toleransi. Saya selalu berharap, panjenengan sami bisa menyandingkan Pendidikan agama dan azas-azas Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Jangan sampai pendidikan agama yang bening dan bersih, dinodai dengan upaya-upaya penyisipan paham-paham yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan NKRI.

Para Kyai, Ulama, Tokoh Masyarakat  dan Tokoh Lintas Agama yang saya hormati

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.

Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi niat baik kita dalam merawat negara Indonesia yang damai.

 

Wabillahi taufik wal hidayah,

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

          Om Shanti-Shanti-Shanti Om.

          Nammo Buddhaya; Salom,

          Salam Kebajikan, Rahayu;

 

                                                                                                                                                                                                                    GUBERNUR JAWA TENGAH

 

 

                                                                                                                                                                                                                                      H. GANJAR PRANOWO, SH., M.IP