POKOK-POKOK MATERI

GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA ACARA

PELATIHAN KEPEMIMPINAN ADMINISTRATOR ANGKATAN II TAHUN 2020 BPKP

“MANAJEMEN KINERJA PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH”

SEMARANG, 7 SEPTEMBER 2020

 

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati, Kepala Perwakilan BPKP Jawa Tengah;

Kepala Pusdiklatnas BPKP

Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator angkatan II, Undangan dan Hadirin yang berbahagia;

Alhamdulillah, Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, kita masih diberikan nikmat sehat dan kesempatan, sehingga walaupun masih dalam masa pendemi kita tetap produktif dan menggelar Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan II Tahun 2020 untuk Pegawai di Lingkungan BPKP.

1.  Saya menyambut baik pelatihan kepemimpinan ini karena memang jadi pemimpin itu butuh latihan dan tidak gampang, ada kriteria-kriteria khusus yang memang harus dimiliki seorang pemimpin demi keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas pembangunan daerah.

2.  Salah satu syarat yang harus seorang pemimpin adalah moral yang baik. Peduli terhadap stafnya, tepo sliro, tak pernah lelah membimbing stafnya yang mengalami kesulitan dalam pekerjaan. Akan lebih keren kalau taat beragama. Segala sesuatu yang ia lakukan selalu merasa diawasi sehingga akan takut melakukan hal-hal yang negatif dan merugikan organisasi dan rakyat.

3.  Pemimpin juga harus mempunyai karakter yang baik dan visioner dalam meng-ejawantahkan setiap pemikirannya. Tidak hanya itu, Pekerja keras, tangguh menghadapi masalah, ulet, gigih dalam menghadapi tantangan yang ada. Apalagi pada masa pendemi seperti ini, seorang pemimpin harus bisa menjadi komandan, memimpin gerak langkah seluruh sumber daya yang ada guna melewati masalah dan tantangan dengan baik dan benar.     

4.  Integritas juga adalah faktor penting yang harus dimiliki seorang pemimpin. Integritas ini, juga tercermin dari keberanian pemimpin untuk jujur kepada staf atau rakyatnya. Korupsi??? Sudah tidak zamannya lagi di Jawa Tengah. Memang, pembangunan integritas bukan hal yang mudah dilakukan, tetapi juga bukannya tidak bisa dilakukan. Tinggal bagaimana memantapkan niat dan itikad baik untuk berani mengatakan yang benar adalah benar dan mengatakan yang salah dengan cara-cara yang benar, agar nampak jelas mana yang benar dan mana yang salah.

5.    Dimasa pendemi ini, seluruh aspek kehidupan telah berubah. Budaya baru mutlak harus dilakukan guna mengantisipasi penularan Covid-19, termasuk juga aktivitas kita sebagai pelayan masyarakat. Budaya baru, seperti memakai masker saat melakukan aktifitas pekerjaan, menyiapkan hand sanitaiser, termogun, penerapan prinsip-prinsip pysicial distansing, rajin cuci tangan, menjadi Standart Operasional Prosedur di kantor kita. Untuk diketahui, beberapa waktu yang lalu di tempat kita sempat terjadi kluster pegawai, kita tidak ingin ini kembali terjadi. Untuk pekerjaan yang memungkinkan dilakukan Work From Home (WFH)  kita berlakukan tentu saja dengan tetap menjaga kualitas pelayanan yang mengedepankan mudah, murah, cepat, transparan dan akuntabel.

6.    Pandemi Covid-19 ini kita sikapi dengan penerapan Manajemen Kinerja yang mengedepankan inovasi, kreasi dan solusi.  Ini kita buktikan dengan menyabet juara pertama di bidang pariwisata dan transportasi dalam lomba Inovasi Daerah dalam Tatanan Normal Baru. Untuk bidang Pariwisata, Penghargaan tersebut diberikan kepada Jateng karena telah berhasil melakukan prakondisi pembukaan objek wisata Candi Borobudur menuju tatanan normal baru. Sedangkan di sektor transportasi kita berhasil meraih penghargaan karena Layanan Penumpang Trans Jateng dengan Aplikasi Si-Anteng.

7.    Birokrasi yang baik menjadi kunci sebuah pemerintahan yang baik untuk melaksanakan pembangunan dan membuat regulasi yang berpihak kepada masyarakat. Disinilah aparatur pemerintah harus berkualitas, beretika, mempunyai moral baik, berkarakter serta tentu saja punya integritas. Oleh karena itulah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempunyai semboyan tetep mboten korupsi mboten ngapusi. Semboyan tersebut juga menandai sebuah reformasi birokrasi yang telah kami lakukan.

8.  Pemerintah Jawa Tengah terus berproses memperbaiki manajemen di pemerintahan khu-susnya untuk menciptakan tata kelola pemerin-tahan yang baik (good governece). Reformasi birokrasi terus kita lakukan utamanya adalah penerapan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan dan penegakan disiplin serta pembangunan kultur birokrasi yang berbasis etika.

9.  Dalam merencanakan pembangunan daerah kita buat musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) dari tingkat Desa, lalu naik ke Kecamatan, Kabupaten, Provinsi hingga ke Pemerintah Pusat. Dalam Musrenbang tersebut, kami tahu apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pada tahap pelaksanaan dan evaluasi kita juga libatkan masyarakat untuk mengawasi secara langsung pembangunan yang sedang berjalan.

10.   Reformasi birokrasi harus merubah mindset ASN untuk lebih profesional dalam melayani masyarakat (public service exellent).

11.   Reformasi birokrasi menuntut pemerintah untuk memperbaiki kualitas sumber daya Aparatur Sipil Negara (ASN) agar mampu meningkatkan daya saing Indonesia dalam percaturan ekonomi global. Budaya kerja dalam kerangka Reformasi Birokrasi memiliki peran yang penting dalam mendorong terwujudnya pemerintahan yang transparan, akuntabel dan berkualitas.

12.   Bentuk nyata dalam menciptakan Tata Kelola Pemerintahan yang baik (good governance) adalah perlunya melakukan Reformasi Birokrasi di segala bidang/instansi dengan tujuan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat (cepat, mudah, murah, transparan dan akuntabel).

13.Kinerja birokrasi tentu sangat berkorelasi dengan kesejahteraan rakyat. Hal itu bisa dilihat dari adanya layanan yang semakin mudah, murah dan cepat maka rakyat akan mudah mengakses apapun. "Izin cepat, pembangunan jalan lancar, keuangan maksimal tidak ada korupsi pastinya ekonomi akan terangkat.

14.   Contoh beberapa langkah dan implementasi nyata dari Reformasi Birokrasi antara lain :

a.       Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu secara on line;

b.      Integrasi Sistem Informasi Manajemen (Perencanaan, Penganggaran, Monev) ke dalam GRMS (Goverment Resources Management System);

c.       Penerapan Seleksi Terbuka untuk JPT dan Talent Scouting untuk Penyiapan Kader Pejabat Administrator dan Pengawas;

d.      Samsat On Line

e.       Sistem Absensi secara online yang dikaitkan dengan pemberian tunjangan kinerja

f.      Penerapan proses lelang secara on line;

g.    Memberikan subsidi pupuk kepada petani dengan Kartu Tani;

h.    Membuat Regopantes.com agar petani bisa menjual hasil pertanian secara langsung tanpa perantara

i.       Membuat Sadewa Market cyber market UMKM Jateng;

9.  Reformasi birokrasi terus kami lakukan agar tercipta birokrat yang responsif, kompetitif dan inovatif. Artinya birokrat yang responsif menyikapi aspirasi dan tuntutan masyarakat. Tanggap dan cepat bergerak ketika ada keluhan masyarakat. Begitu pula senantiasa kompetitif dan inovatif dalam berkarya di segala bidang pembangunan.

10.   Alhamdulillah, dari waktu ke waktu kerja birokrasi di Jawa Tengah berada pada track yang benar. Pelayanan publik juga sudah semakin lebih baik. Memang masih ada kekurangan, dan ini menjadi PR yang akan kami selesaikan. Belum lagi kegiatan-kegiatan pembangunan lainnya terus kami kembangkan untuk mendorong Visi besar kami, yaitu Jawa Tengah yang sejahtera dan berdikari.

11.   Untuk membangun integritas, seluruh kepala SKPD termasuk rekan-rekan dewan telah me-nandatangani pakta integritas. Begitu pula Bupati/Walikota terpilih pada pilkada serentak lalu juga telah di sekolahkan di KPK. Di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, saya juga mewajibkan eselon IV sampai II, untuk mengikuti training of trainer  yang diselenggarakan KPK. Dengan harapan muncul tunas-tunas integritas yang menjadi virus kebaikan, virus yang menjadi penyebar tegaknya akuntabilitas.

12.   Untuk pembinaan karier kami juga menyeleng-garakan talent scouting. Kita berikan ke-sempatan kepada yang kompeten untuk men-duduki jabatan. Bukan lagi menggunakan aspek like atau dislike, semuanya berdasarkan aspek kelayakan dan kemampuan.

13.   Hampir di tiap minggu saya selau menyem-patkan untuk roadshow ke berbagai daerah di Jateng. Untuk apa ? Selain meninjau hasil atau proses kegiatan pembangunan juga sekaligus ngobrol dengan rakyat untuk mengetahui keluhan, masukan dan keinginan rakyat. Ini pola-pola rembugan sebagai sebuah kearifan lokal di Jateng yang terus kita rawat. Kami yakin, melalui rembugan maka serumit apapun persoalan akan dapat kita selesaikan dengan baik.

14.   Kami juga membuka kanal-kanal komunikasi dan informasi dengan rakyat melalui teknologi informasi. Kita punya Laporgub di website jatengprov.go.id, sms senter, call senter twitter @ganjarpranowo. Semuanya bagian dari mendekatkan komunikasi dengan rakyat dan mengetahui setiap keluhan mereka untuk kemudian dicarikan tindak lanjut penyelesaiannya.

15.   Terkait dengan manajemen pemberdayaan SDM dalam rangka mempercepat pembangunan daerah, ada sebuah budaya yang harus terus kita pelihara dan lestarikan bersama, yaitu gotong-royong, kesengkuyungan, kerjasama dan ke-bersamaan. Nilai-nilai inilah yang menjadi kunci keberhasilan dalam pembangunan Jawa Tengah. Inilah beberapa upaya kami dalam meng-hadirkan manajemen pemerintahan yang baik di Jawa Tengah.

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Semoga Allah SWT, memudahkan dan melancarkan usaha kita membangun Indonesia.

       Wabillahittaufik wal Hidayah

       Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

 

                                                                                                                                                                GUBERNUR JAWA TENGAH

 

 

                                                                                                                                                            H. GANJAR PRANOWO, SH, M.IP