SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA

PENYERAHAN

PENGHARGAAN SEKOLAH ADIWIYATA

DAN KALPATARU

TINGKAT PROVINSI JAWA TENGAH

SEMARANG, 8 SEPTEMBER 2020

 

        Assalamu’alaikum Wr.Wb.

        Salam sejahtera untuk kita semuanya

 

Yang saya hormati Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah;

Para Penerima Penghargaan Sekolah Adiwiyata dan Kalpataru;

 

Hadiri berbahagia;

 

Teriring Alhamdulillah ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas nikmat sehat dalam situasi merebaknya virus covid-19, kita dapat bertemu melalui dalam jaringan (daring), menyertai ”Pe-nyerahan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Dan Kalpataru Tingkat Provinsi Jawa Te-ngah Tahun 2020”. Untuk itu, kepada para penerima penghargaan, saya sampaikan ucapan ”selamat dan terima kasih” atas inovasi dan kerja kerasnya yang tak henti berupaya menciptakan kondisi ramah lingkungan, serta memelihara dan menanggulangi kerusakan lingkungan.

Itu gampang diucapkan, tetapi butuh kesa-baran ekstra. Bagi sekolah, sekurangnya harus peduli dan berbudaya lingkungan. Hal itu di-wujudkan dengan visi, misi, kebijakan dan kuri-kulum berbasis lingkungan hidup, dengan kegiat-an berbasis partisipatif, disertai pengelolaan dan pengembangan sarana pendukung. Contoh, ke-tersediaan tong sampah terpilah, minimal organik dan anorganik harus disertai sosialisasi dan dilakukan sehari-hari. Maka Bapak dan Ibu guru juga harus juweh ngelingake para siswa yang kadang masih lalai. Kemudian optimalkan yang organik menjadi pupuk, dan anorganik menjadi kerajinan. Demikian pula lubang resapan biopori (LRB), perlu dimaksimalkan untuk komposting.

Supaya hemat energi listrik, silahkan ajari siswa membuat alat-alat Energi Baru Terbarukan (EBT), baik itu untuk menambah penerangan, memperkuat sinyal, dll. Mula-mula bisa menyon-toh yang ada di youtube, kemudian mengem-bangkannya.

Selain itu, menanam pohon juga sangat penting. Dalam jumlah tertentu, pohon itu selain dapat mengikat tanah dan menambah oksigen, juga mampu meredam kebisingan. Terkait Pe-nampung Air Hujan (PAH), selain dapat menam-bah air di kolam (kalau ada), juga bisa untuk menyiram tanaman. Akan lebih baik kalau ikan dan tanaman yang ada tidak sekedar pajangan, tetapi juga dimaksimalkan. Dalam arti diolah kemudian dijual, baik untuk sesama keluarga besar sekolah tersebut, maupun pihak luar. Ngiras ngirus ngajari anak berkegiatan ekonomi produktif.

Yang lebih penting lagi, semua itu harus kontinyu dan benar-benar menjadi budaya, se-hingga manjing/menyatu dalam diri siswa. Harap-annya, mereka juga mampu merealisasikan di rumah masing-masing, di masyarakat. Termasuk di jenjang pendidikan selanjutnya.

Harapan saya, siswa yang menempuh pendi-dikan di Sekolah Adiwiyata, Insya Allah mampu menjadi pioneer kalpataru. Minimal melanjutkan kiprah para penerima penghargaan kalpataru. Kalau mula-mula sebagai perintis, bisa men-dalami lagi sehingga mampu sebagai penyelamat lingkungan. Kelak menjadi pengabdi dan pembina lingkungan. Setidaknya, seperti mbah Sadiman dari Wonogiri yang tak henti tetandur pohon, juga kelompok masyarakat di Klaten yang mampu menjadikan sungai sebagai areal produktif dengan wisatanya.

Itu saja yang perlu saya sampaikan, semoga bermanfaat. Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

Wabillahitaufik wal hidayah

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

 

                                                                                                                                                                    GUBERNUR JAWA TENGAH

 

?

                                                                                                                                                            H. GANJAR PRANOWO, SH, M.IP