PIDATO KUNCI

GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA ACARA

WEBINAR

 “DISCOVERAL CENTRAL JAVA: CULTURAL COOPERATION CENTRAL JAVA – MEXICO FOR FESTIVAL IN 2021”

SEMARANG, 8 SEPTEMBER 2020

 

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati, Bapak Pablo Raphael De La Madrid, Dirjen Promosi Budaya, Kementerian Kebudayaan Meksiko;

Duta Besar RI untuk Meksiko Yang Mulia Petahana Cheppy T. Wartono;

Para Budayawan, Pekerja Seni Meksiko, Diaspora Indonesia dan seluruh peserta Webinar;

Alhamdulillah, berbahagia sekali pagi ini saya dapat bersilaturahmi dan berdiskusi dengan Bapak-Ibu tentang “Discoveral Central Java: Cultural Cooperation Central Java – Mexico For Festival In 2021”. Saat ini kita semua, baik itu yang berada di Meksiko maupun Indonesia tentu sedang mengalami pergulatan melawan Covid-19. Menjadi fokus utama kita bagaimana agar dunia terbebas dari pendemi Covid-19 yang telah menelan tidak hanya korban nyawa, tetapi juga berbagai kemunduran di berbagai sektor kehidupan.

Budaya menjadi salah satu senjata ampuh yang bisa menjadi kunci kita memenangkan pertarungan dengan Covid-19. Budaya hidup bersih, hidup sehat, tertib jaga jarak, memakai masker, rajin cuci tangan, dll. Orang Jawa, orang tua kita sebenarnya sudah menerapkan budaya bersih ini sejak dahulu kala. Di depan rumah orang Jawa dahulu selalu ada Padasan, semacam tempat penampungan air untuk membersihkan diri (cuci muka/tangan/kaki). Saat pendemi melanda, kita seperti diingatkan kembali tentang pentingnya memelihara budaya tersebut.

Bagi saya budaya itu sebuah solusi, yang sangat penting diperhatikan oleh siapapun. Ketika satu wilayah konsentrasi penuh pada kebudaya-annya, Insya Allah eksistensi budaya dan segala aspek kehidupan masyarakat lainnya akan berjalan dengan baik.

Pada kesempatan yang baik ini sedikit saya sampaikan bahwa Jawa Tengah berlimpah akan mahakarya seni budaya. Kita punya Batik yang merupakan salah satu benda budaya asli Jawa Tengah. Setiap pola, goresan motif batik di kain ataupun media lainnya selalu syarat akan makna. Ada juga keris, senjata khas Jawa Tengah, kemudian ada tembang macapat yang kaya akan petuah dan intisari kehidupan. Tidak hanya itu, kita juga punya wayang kulit, ketoprak dan berbagai macam tari-tarian yang tidak hanya sangat indah untuk dinikmati juga kaya akan makna.

Berbagai ritual/upacara seperti pernikahan, sedekah laut, sedekah bumi dan ruwatan juga menjadi budaya Jawa Tengah yang sangat elok dan menarik. Salah satu acara ruwatan besar yang ada Jawa Tengah adalah ruwatan anak rambut gimbal yang ada di dataran tinggi dieng. Masyarakat Dieng percaya bahwa seorang anak yang lahir dengan rambut gimbal merupakan titisan Kyai Kolodete dan Nini Roro Ronce sang penghuni awal Kawasan Dieng. Rambut gimbal anak tersebut hanya boleh dipotong asalkan terlebih dahulu dilaksanakan upacara ruwatan. Yang menarik adalah pada upacara ruwatan tersebut, keinginan dari sang anak haruslah dituruti terlebih dahulu agar kelak dalam menjalani kehidupannya anak tersebut tidak tertimpa musibah. Acara ruwatan bocah gimbal dieng ini selalu kami fasilitasi, bahkan kita rayakan sampai berhari-hari dengan dipadukan berbagai seni budaya yang ada.  

Bapak-Ibu, seperti halnya Meksiko yang punya salah satu keajaiban dunia, yaitu Chichen Itza, Jawa Tengah juga mempunyai Candi Borobudur yang megah. Borobudur merupakan peninggalan kebudayaan Masa Hindu-Buddha di Indonesia, khususnya pada zaman Kerajaan Mataram Kuno yang berlangsung dari Abad VIII-X. Penelitian hingga pemugaran telah dilakukan sejak tahun 1849 pada Pemerintahan Hindia Belanda hingga saat ini. Candi Borobudur kemudian ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia yang diberi nama Borobudur Temple Compounds. Di kawasan Borobudur, kita pun bisa menikmati Svarga Bumi, yakni mutalisme pertanian dan pariwisata. Di sini kita menikmati surga sawah pertanian, bisa berswafoto dan pelaku pertanian maupun pengunjung tetap mempraktikkan protokol kesehatan, seperti bermasker, dll.

Bukan hanya Borobudur, di Jawa Tengah juga terdapat salah satu cagar budaya yang ditetapkan UNESCO sebagai salah satu Situs Warisan Dunia, yaitu Sangiran. Bagi yang tertarik studi tentang manusia purba, bisa kesana, saya yakin akan memberikan  pengetahuan luar biasa tentang kehidupan purbakala.

Bukan hanya itu warisan cagar budaya yang kita punya, Kota Lama, Lawang Sewu, Candi Prambanan, Candi Mendud, Canci Sukuh, Candi Cetho, Masjid Demak & Kudus, Kerajaan Kasunanan Surakarta Hadiningrat, dan lain lain.

Bapak-Ibu, budaya Jawa Tengah tidak hanya bersifat kebendaan saja, tetapi juga berbagai nilai-nilai yang ada. Budaya Jawa, khususnya Jawa Tengah penuh Filosofi yang sangat baik untuk kehidupan, seperti Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti (sifat iri, keras hati, sifat jahat, tidak menghargai orang lain hanya bisa di atasi dengan SABAR, IKLHAS dan BIJAK.

Budaya Jawa juga mengenal Falsafah Tri Brata memiliki tiga prinsip yaitu rumongso melu handarbeni (merasa ikut memiliki), wajib melu hangrungkebi (wajib ikut membela dengan ikhlas), mulat sariro hangrasa wani (mawas diri dan memiliki sifat berani untuk kebenaran). Falsafah ini sangat cocok jika dikaitkan dengan bela negara.

Jawa Tengah juga punya nilai-nilai budaya kearifan lokal yang luar biasa. Kita punya nilai-nilai gotong royong, tepo seliro, unggah-ungguh, andhap asor, majulah tanpa menyingkirkan, naiklah tinggi tanpa menjatuhkan, jadilah baik tanpa menjelekkan, jadilah benar tanpa menyalahkan dan nilai luhur dan lain sebagainya.

Berbagai budaya tersebut merupakan salah satu kekayaan Jawa Tengah dan Indonesia, jadi kita ini sebenarnya sangat kaya, tidak hanya kaya akan sumber daya alam dan manusia saja, tetapi juga mempunyai kekayaan budaya yang menjadi jatidiri bangsa. Budaya merupakan warisan luhur nenek moyang yang mengandung nilai-nilai sosial, budaya dan menjadi karakter bangsa.

Pelestarian budaya ini merupakan sebuah hal penting dan strategis. Berbagai upaya harus kita lakukan untuk menjaga dan melestarikan budaya kita ini. Perlindungan aset-aset budaya secara terencana dan berkelanjutan dengan memberdayakan segenap kemampuan bangsa melalui segala jalur yang tersedia terus kami lakukan. Kita juga secara rutin menggelar berbagai event pentas budaya. Selain bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang arti penting budaya sendiri, hal ini juga untuk mengabarkan kepada dunia luar bahwa Indonesia, khususnya Jawa Tengah kaya akan budaya yang menarik untuk dinikmati. Maka pada kesempatan ini saya mengajak seluruh masyarakat Meksiko untuk berkunjung tidak hanya budaya saja, tetapi juga menikmati indahnya wisata di Jawa Tengah.

Saya juga mengajak Pemerintah Meksiko untuk bersama-sama berkolaborasi menggelar berbagai event budaya agar kita saling kenal, semakin dekat dan memberikan efek positif bagi hubungan positif Indonesia – Meksiko.

Terakhir saya sampaikan bahwa saat ini detinasi wisata budaya maupun wisata alam dan buatan di  Jawa Tengah telah dibuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Mari berkunjung ke Jawa Tengah, eksplor tempat-tempat indah, eksotik dan menarik di Jawa Tengah.  

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Sekian dan terima kasih.

        Wabillahittaufik wal Hidayah

       Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

 

GUBERNUR JAWA TENGAH

 

 

H. GANJAR PRANOWO, SH, M.IP