POKOK MATERI

GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA ACARA

COURTESY CALL ANTARA GUBERNUR JAWA TENGAH DENGAN DUTA BESAR INGGRIS UNTUK INDONESIA

SEMARANG, 10 SEPTEMBER 2020

 

Assalamu`alaikum Wr.Wb.

Selamat pagi dan Salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati Yang Mulia Owen Jenkins, Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia;

Bapak Rob Fenn, Wakil Duta Besar Kerajaan Inggris untuk Indonesia;

Tim Bantuan Penanganan Covid – 19 Kedubes Inggris sektor perencanaan pembangunan investasi, kesehatan, dan pendidikan;

Undangan dan hadirin yang berbahagia;

 

Mari kita memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa  atas berkah dan rahmat-NYA, kita semua masih diberikan kesehatan dan kesempatan sehingga dapat bersilaturahmi dan berdiskusi dengan Bapak-Ibu semua walaupun secara virtual.

Bapak/Ibu, pendemi Covid-19 yang tengah melanda dunia, tak terkecuali Indonesia menjadi sebuah tantangan yang harus kita selesaikan bersama. tidak hanya oleh pemerintah saja, tetapi juga semua pihak, swasta dan seluruh elemen masyarakat yang ada. Kita tentu terus bermohon kepada Tuhan dan mengerahkan segala daya upaya agar pendemi ini dapat segera berakhir. Berbagai pembatasan-pembatasan yang telah kita lakukan juga menjadi salah satu cara kita menghentikan penyebaran Covid-19 ini.

 Di Jateng saat ini per-tanggal 7 September 2020 pukul 13.04 WIB, terdapat kasus Positif Covid-19 sebanyak 16.483 orang, 2.402 orang dirawat, 12.487 orang sembuh dan 1.509 meninggal.

 

Upaya-upaya melawan pendemi ini harus terus dikobarkan dengan berlandaskan nilai-nilai kegotong-royongan dan kebersamaan. Semua pihak harus bergerak seiring sejalan saling bergandengan tangan melewati ujian pendemi ini.

Menghadapi Covid-19, Pemprov Jateng telah mengeluarkan Pergub No. 10 Tahun 2020, tgl 13 April 2020 tentang Perubahan  atas Pergub No. 44 Tahun 2019 tentang Penjabaran APBD Provinsi Jawa Tengah TA  2020 (Biaya Tak Terduga Penanganan Covid-19 sebesar Rp 1,987 Triliun). Dari anggaran itu kita kucurkan untuk Bidang Kesehatan sebesar Rp. 426,79 milyar untuk penyediaan Alkes, bahan Habis Pakai (masker, obat-obatan, APD, rapid test), biaya rawat inap PDP, penyiapan rumah sakit darurat/tempat karantina, santunan bagi tenaga medis yang meninggal.

Sedangkan untuk Jaring Pengaman Sosial Pemprov Jateng menganggarkan Rp. 1,33 trilyun yang digunakan untuk Bantuan Pangan Non Tunai, Perluasan Kartu Jateng Sejahtera, Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dalam Panti milik Provinsi dan Swasta, Penguatan BUMDes, dan cadangan pangan pemerintah desa.

Selain itu, kita juga menganggarkan untuk Jaring Pengaman Ekonomi sebesar Rp. 222,45 milyar yang akan digunakan untuk Stimulus pelaku pariwisata, Cadangan dan peningkatan produksi pangan, Subsidi bagi kukm terdampak dan Subsidi listrik, Pemberdayaan Perempuan Kepala keluarga dan perempuan rentan.

Bapak-Ibu, Berbagai langkah penanganan pandemi di  bidang kesehatan, sosial, ekonomi, kemanan dan ketertiban telah kita lakukan. 58 Rumah sakit kita siapkan untuk rujukan corona, bantuan pangan non-tunai, bantuan pangan dan bantuan sosial kita berikan, jaring pengamanan ekonomi kita buat, subsidi UMKM, pemberdayaan lumbung desa, membangun jejaring komunikasi yang intens dengan pihak terkait, menumbuhkan kesadaran tentang kepedulian sosial dan awareness seputar corona.

Kita juga terus membuat berbagai langkah inovatif dan kreatif dengan memberdayakan kearifan lokal, salah satunya adalah Program Satgas Jogo Tonggo. Program ini merupakan pemberdayaan masyarakat dalam percepatan penanganan Covid-19 di tingkat wilayah RW. Maksud dan tujuan dari pembentukan satgas di tingkat wilayah ini adalah untuk memastikan seluruh warga di wilayah RW/RT untuk melakukan percepatan penanganan Covid-19 secara sistematis dan terstruktur dengan memperhatikan :

Ø  Kesehatan warga;

Ø  Kondusifitas lingkungan dan pencegahan konflik antar warga, agar tetap terjaga persatuan dan kesatuan warga;

Ø  Kondisi perekonomian masyarakat;

Ø  Kapasitas pemenuhan kebutuhan pangan dan kebutuhan pokok;

Ø  Kekuatan kearifan lokal dan potensi geografis lingkungan setempat

 

SATGAS Jogo Tonggo bertugas untuk memastikan bahwa warga secara bergotong royong melawan penyebaran dan penularan covid-19 di wilayahnya, sekaligus memastikan dukungan  dari luar wilayahnya dalam melawan covid-19 tepat sasaran dan tepat guna. Desa di Jawa Tengah juga sudah tanggap terhadap COVID-19, hal ini tercermin dari banyaknya langkah yang dilakukan oleh desa-desa di Jawa Tengah  dalam menghadapi pendemi ini. Ada desa yang membentuk Posko, membagikan masker kepada masyarakat, melakukan edukasi kepada masyarakat untuk pencegahan dan penanganan COVID-19, menyediakan sarana sanitasi di tempat – tempat umum, melakukan pemasangan media informasi, desa melakukan pencatataan masyarakat rentan (manula, penyakit menahun, disabilitas, mendirikan rumah isolasi (karantina desa), dll.

Tidak berhenti disitu, Kolaborasi pemerintah, swasta dan berbagai elemen masyarakat juga terus kita dorong agar progres penanganan dampak pendemi ini bisa bergerak kearah yang positif. Contohnya adalah kita luncurkan Program JATENG CARE dalam rangka penanganan COVID-19, bersama Kadin, Asosiasi, Para Praktisi dan berhasil menyalurkan wastafel portable, alat semprot disinfectan, APD, bantuan sembako, vitamin, rapid test,  serta pengumpulan dana menanggulangi dampak Covid-19 diluar Refocusing APBD.

Fasilitasi Industri Alat Kesehatan untuk kemudahan perijinan dan distribusi produk untuk kebutuhan Jawa Tengah juga kita lakukan. Saya juga mengarahkan Industri dan IKM garmen untuk membuat APD dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pemprov Jateng tidak pernah berhenti mendorong industri tetap berjalan melalui pemanfaatan Ijin Operasional Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) (Permenperin 4 dan 7 tahun  2020).

Penerapan protokol kesehatan pada beberapa pasar rakyat serta memperluas penerapan Jogo Tonggo di lingkungan industri dan kawasan industri dalam rangka menjaga keberlanjutan aktivitas industri juga menjadi langkah antisipatif yang kita ambil dalam rangka menghadapi pendemi ini.

Selain memerangi Covid-19, fokus utama pemerintah Jateng saat ini adalah bagaimana memastikan laju gerak roda perekonomian Jateng dapat bertumbuh kearah yang semakin baik. Sektor industri adalah komponen utama yang akan terus kita genjot guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jateng. Maka dari itu, investasi menjadi hal penting yang harus diperoleh sebanyak-banyaknya. Jateng terus berikhtiar untuk mewujudkan itu.

Upaya memacu investasi ke Jawa Tengah dilakukan antara lain melalui peningkatan pelayanan kemudahan berusaha (ease of doing business), peningkatan kualitas SDM tenaga kerja dan upah tenaga kerja yang kompetitif. Di samping hal tersebut Jawa Tengah juga memberikan berbagai insentif per-pajakan untuk mendorong meningkatnya investasi ke Jawa Tengah pada sektor industri yang berorientasi ekspor dan padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja, industri substitusi impor, industri kreatif dan industri 4.0,  antara meliputi : Tax Holiday, Tax Allowance, Import Duty Facility, Green Lane Facility, Super Tax Deduction, dll.

Selain pabrik dan tempat industri, obyek wisata, mall, hotel, pasar dan perkantoran telah kembali beraktifitas dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ada. 

Bapak-Ibu yang berbahagia, selain sektor ekonomi dan kesehatan, sektor pendidikan merupakan hal penting yang harus kita perhatikan. Arah Kebijakan Pendidikan Pemprov. Jawa Tengah di masa pandemic covid – 19, yaitu: Melindungi peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan dan  warga satuan pendidikan dari penularan Covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru dalam hidup dan belajar mengajar. Kami juga terus memastikan keberlangsungan penyelenggaraan pelayanan pendidikan baik administrasi maupun teknis pendidikan di satuan pendidikan melalui penyesuaian kurikulum dan inovasi pembelajaran yang edukatif dan kreatif.

Kedepan kami juga akan terus menjamin akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan untuk menjaga keberlangsungan pendidikan, semangat belajar dan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan. Jawa Tengah terbuka untuk membuka kerjasama pendidikan di masa “new normal”, karena hingga saat ini pemerintah daerah masih berupaya menerapkan pembelajaran daring untuk para siswa dimana perlunya dukungan dalam kesiapan infrastruktur, jaringan, perangkat, internet dan pulsa (kuota internet) serta pengembangan industri berbasis 4.0 bagi para siswa vokasi dalam mengembangkan softskill dan hardskillnya.

Saat ini kita sedang melakukan pilot projek kegiatan belajar mengajar tatap muka sesuai kebiasaan baru pada 6 SMA/SMK Negeri di Jawa Tengah. Ini kita lakukan dengan sangat hati-hati, SOP tatap muka kita terapkan dengan penuh kedisiplinan. Kita tentu tidak ingin belajar mengajar tatap muka ini malah menjadi cluster baru yang memakan korban.  

Bapak-Ibu yang berbahagia, demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini.

Sekian dan terima kasih.

Wabillahi taufik wal hidayah,

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

                     

                                     GUBERNUR JAWA TENGAH

 

 

H. GANJAR PRANOWO, SH, M.IP