SAMBUTAN

KETUA DEWAN KERAJINAN NASIONAL DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH

PADA ACARA

PEMBUKAAN JATENG IN FASHION 2019

BANYUMAS, 23 NOVEMBER 2019

 

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat malam dan salam Sejahtera untuk kita semua.

Yang terhormat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto;

Ketua Dekranasda Kabupaten Banyumas;

Jajaran Pemerintah Kabupaten Banyumas;

Undangan dan Hadirin yang berbahagia;

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Alhamdulillah hari ini kita masih diberikan nikmat sehat dan kesempatan sehingga bisa menghadiri Pembukaan Banyumas In Fashion 2019. Saya merasa bangga dapat hadir pada pembukaan event di bidang fashion yang dilaksanakan oleh Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto.

Seperti kita ketahui bersama, dunia Fashion merupakan upaya pengembangan kualitas dan kuantitas sumber daya sebagai pelaku industri kreatif yang merupakan salah satu lokomotif ekonomi kreatif Indonesia. Acara ini akan menyatukan semua elemen  penting dari fashion designer, lembaga akademis, industri kecil, pengrajin, bisnis, asosiasi hingga pemerintah untuk peningkatan daya kreativitas.

Saya berharap kegiatan ini bukan sekedar event fashion saja, lebih dari itu merupakan sebuah movement (gerakan) fashion  di Jawa Tengah juga memiliki misi membangun pondasi Industri Fashion Jawa Tengah, mulai dari SDM hingga infrastruktur dan prasarana yang menunjang.

Fashion merupakan bagian dari industri kreatif yang harus di kembangkan di Jawa Tengah dimana 35 Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah memiliki produk batik namun tidak semua pengrajin batik membuat Fashion, dengan adanya kegiatan ini para UMKM  pengrajin batik terbuka wawasanya untuk lebih kreatif dalam pengembangan usahanya.

Pengembangan dunia Fashion di Indonesia merupakan tantangan dan peluang bagi pengrajin Batik di Jawa Tengah, apalagi di era revolusi industri 4.0, kegiatan ini UMKM Jawa Tengah dapat berkolaborasi dengan fashion desainer  sehingga pada saatnya nanti Produk Fashion dari UMKM Jawa Tengah akan setara dengan produk desainer Nasional.

Maka, semua komponen bangsa harus siap, tak terkecuali UMKM. Siapa yang tidak siap akan semakin tertinggal. Maka, UMKM dan ekonomi kerakyatan harus cepat menyiapkan diri untuk menguasai teknologi virtual. Sudah saatnya UMKM memanfaatkan berbagai kemudahan dan fasilitas yang ada dalam teknologi informasi dan komunikasi. Harus menjadi netpreneur, yaitu entrepreneur dengan kompetensi digital. Maka meningkatkan digital literacy kepada para pelaku usaha dan UMKM untuk memaksimalkan kom-petensi dan peluang bisnis menjadi sangat penting.

       Maka yuk kita jadikan event ini sebagai momentum untuk menggugah ekonomi kreatif Jawa Tengah. Mari kita jadikan Jawa Tengah sebagai kiblat fashion, khususnya untuk batik. Kita sudah punya Regopantes, monggo silahkan bergabung. Akan banyak keuntungan yang akan didapat. Bagi yang butuh modal silahkan ke Bank pasti akan membantu. Untuk pelatihan, Dinas Koperasi dan UMKM Jateng akan selalu siap memberikan pelatihan sekaligus pendampingan.

Bapak-Ibu yang berbahagia;

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Sekali lagi terima kasih kepada Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, semoga Banyumas In Fashion ini bisa menjadi rujukan fashion di Indonesia hingga dunia. Selanjutnya, dengan memohon ridho Allah SWT, seraya mengucap bismillahirrohmannirrohim, Banyumas In Fashion 2019 secara resmi saya buka dan dimulai.

Wabillahi taufik wal hidayah

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

    KETUA DEKRANASDA

      PROVINSI JAWA TENGAH

 

 

   Hj. ATIQOH GANJAR PRANOWO