SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA

PENYERAHAN HIBAH BIDANG PENDIDIKAN KEAGAMAAN PROVINSI JAWA TENGAH TA 2019

SEMARANG, 25 NOVEMBER 2019

 

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati, Bapak Pj. Sekda, Para Asisten, Kepala OPD, Kepala Biro;

Penerima Hibah Pendidikan Keagamaan, Undangan dan Hadirin yang berbahagia; 

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan nikmat sehat dan kesempatan sehingga kita semua dapat hadir di sini menyertai Penyerahan Hibah Bidang Pendidikan Keagamaan Provinsi Jawa Tengah TA 2019.

 

Perlu saya sampaikan bahwa hari ini kita masih diganggu oleh tindakan-tindakan Radikalisme, Terorisme dan Intoleranisme. Kita prihatin, ada anak-anak muda Jawa Tengah ada yang berbagung dalam gerakan radikalisme dan terorisme maupun ormas yang berideologi anti Pancasila. Tidak hanya itu, banyak generasi muda kita yang dengan mudahnya memberikan ujaran kebencian, terutama melalui medsos. Dengan gampangnya kata-kata kotor dan bully dilontarkan untuk mencari pembenaran. Belum lagi sikap-sikap intoleransi dan pabrik-pabrik kebencian yang muncul di tengah-tengah kehidupan kita yang berpotensi memecah belah kebhinekaan kita. Hoax juga menjadi tantangan dan perlu kita waspadai bersama karena bisa menyebabkan perpecahan dan berpotensi merusak kebhinekaan Indonesia.

Tidak hanya itu, Narkoba juga menjadi ancaman nyata bagi Bangsa Indonesia. Narkoba termasuk dalam extra ordinary crime karena Narkoba adalah mesin pembunuh generasi bangsa. Di Indonesia, 50 orang meninggal setiap hari karena narkoba. Sedangkan di Jawa Tengah, prevalensi penyalahgunaan narkoba tahun 2014 sebesar 580.000 jiwa (1,89%). Kemudian pada tahun 2015, sekitar 600.000 jiwa (1,96%). Untuk tahun 2016 sebanyak 600.180 jiwa (naik 0,03%). Ini angka yang mengkhawatirkan dan bisa jadi kondisi riilnya lebih besar.

Berbagai permasalahan dan tantangan tersebut harus kita cari solusinya bersama. Salah satunya adalah dengan mencetak SDM yang berkualitas, tidak hanya berkualitas skill dan pengetahuannya saja, tetapi juga mempunya moral yang baik. Untuk itulah saya termasuk orang yang percaya bahwa pendidikan agama menjadi jalan terbaik untuk mewujudkan semua itu. Maka kita ingin pendidikan agama di Jateng itu terus bergerak menuju kearah yang semakin baik. Pendidikan agama harus terus dikuatkan, kita suport agar hasilnya optimal.

Pemprov Jateng sangat konsen terhadap bidang keagamaan ini. Kami sadar bidang keagamaan menjadi faktor utama dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Tahun ini kami telah berikan bantuan insentif pengajar keagamaan yang nilainya mencapai Rp. 205.357.200.000 untuk 171.131 orang yang terdiri dari para pengajar TPQ 82.915 orang sejumlah Rp. 99.498.000.000, pengajar Madin 70.066 orang sebesar Rp. 84.079.200.000 dan Pengajar Ponpes 18.150 orang sebesar Rp. 21.780.000.000.

Tidak hanya insentif bagi pengajar agama yang kita berikan, tahun ini Pemprov Jateng juga akan memberikan hibah pendidikan bidang keagamaan yang nilainya mencapai Rp. 54.155.176.000 untuk 1.130 lembaga penerima agama. Besar harapan saya hibah yang kita berikan ini bisa dimanfaat dengan sebaik mungkin dalam rangka membentuk SDM yang berkualitas.

Pesan saya kepada para penerima hibah pendidikan bidang keagamaan agar bisa menerima dan menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Penggunaan dan proses pertanggungjawaban harus dilakukan dengan transparan. Melalu hibah ini, mari kita majukan Pendidikan agama di Jawa Tengah. Hibah bidang pendidikan agama untuk SDM yang akhlaqul karimah.

Hadirin yang berbahagia;

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Semoga apa yang kita lakukan ini diridhoi Allah SWT dan memberikan keber-manfaatan bagi pembangunan Jawa Tengah. Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

Wabilahittaufiq wal hidayah,

Wassalamulaikum Wr.Wb.

GUBERNUR JAWA TENGAH

 

 

H. GANJAR PRANOWO, SH, M.IP