SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA ACARA

RAKERNAS DAN HUT PPVI

SLEMAN, 29 NOVEMBER 2019

 

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua

Yang saya hormati, Ketua PPVI beserta Jajaran;

Para Petani Vanili, Peserta Rakernas, Tamu Undangan dan hadirin yang berbahagia;

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Alhamdulillah pagi ini kita masih diberikan nikmat sehat dan kesempatan, sehingga dapat bersama-sama hadir pada Rapat Kerja Nasional dan Hari Ulang Tahun Perkumpulan Petani Vanili Indonesia.

Atasnama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, saya menyambut baik dan mendukung penuh Rakernas PPVI ini. Selain merupakan salah satu bagian dari mekanisme organisasi, forum ini juga menjadi media yang tepat untuk mengkonsolidasukan seluruh anggota PPVI dalam rangka memajukan organisasi dan kesejahteraan anggotanya. Forum ini juga sebagai bagian dari upaya evaluasi dan merancang strategi untuk menjalankan organisasi kedepannya. Saya senang para petani vanili berkumpul dan berserikat membentuk organisasi, saling membantu dan bergotong-royong meningkatkan kesejahteraanya. Ini patut menjadi contoh para petani lainnya.

Kita tahu, saat ini kebutuhan vanili di pasar internasional sangat tinggi sehingga menjadi berkah bagi petani tanaman vanili di tanah air. Di pasar dalam negeri. Saat ini, harga buah vanili yang basah di Indonesia mencapai Rp 500 ribu dan Rp 5,5 juta untuk yang sudah kering. Di Indonesia tanaman vanili paling banyak berada di Papua. Namun demikian, sebenarnya tanaman vanili juga dapat tumbuh di daerah dataran tinggi di pulau Jawa seperti Temanggung, Wonosobo, Sleman, Kulonprogo, Purworejo, Magelang, Ambarawa, Malang, Jember, Banyuwangi, Garut, Bogor, Sukabumi, dan lain sebagainya.

Yang menarik, Tanaman vanili tidak harus ditanam di perkebunan. Ibu rumah rumah tangga juga dapat melakukan budidaya vanili seperti di halaman atau sekitar rumah tinggalnya. Jika masyarakat tahu keuntungan menanam vanili ini tentu akan sangat banyak banget yang akan membudidayakannya. Pasarnya juga masih terbuka lebar di Indonesia. para petani vanili harus mampu membangun jaringan antar petani vanili di tanah air agar kuat. Sehingga, harga vanili tidak mudah dipermainkan oleh pemilik modal besar. Sehingga petani vanili bisa semakin maju dan sejahtera.

Di Jateng kita sangat konsen terhadap kesejahteraan petani. Kita telah mempunyai Perda No. 5 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani Jawa Tengah. Regulasi tersebut merupakan upaya kita untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian Petani dan peternak, menyediakan prasarana dan sarana pertanian, memberikan kepastian Usaha Tani, melindungi harga, praktik ekonomi biaya tinggi, dan gagal panen, meningkatkan kapasitas Petani serta kelembagaannya menuju produktif, maju, modern dan berkelanjutan serta menumbuh kembangkan kelembagaan pembiayaan pertanian yang melayani kepentingan Usaha Tani.

Ke depan kami juga akan lebih melindungi petani miskin dengan memberikan asuransi pertanian. Asuransi ini akan mengurangi beban petani dari kerugian usaha pertanian, seperti gagal panen maupun akibat musibah bencana alam, dll.

Upaya lain bagi upaya perlindungan dan pemberdayaan petani yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah adalah dengan meluncurkan Kartu Tani. Kartu Tani ini kami luncurkan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi keruwetan pemasaran pupuk yang terjadi di lapangan. Kartu Tani ini terus kita sempurnakan dengan mengintegrasikan Sistem Kartu Tani dengan Aplikasi e-Petani. Kini, Kartu Tani tidak hanya mempunyai fungsi sebagai alat untuk memperoleh pupuk bersubsidi. Tetapi lebih dari itu, Kartu Tani juga mempunyai fungsi informasi; edukasi; dan transaksi. Di samping itu, kartu tani kini juga sudah terintegrasi dengan aplikasi berbasis web alamat regopantes.com yang dikembangkan oleh 8villages. Integrasi ini akan membantu petani memangkas rantai distribusi yang sebelummya sangat panjang, dan mendapatkan harga yang pantas. Terobosan dan inovasi seperti inilah yang harus terus kita lakukan untuk memajukan sektor pertanian kita agar kita terus swasembada pangan dan para petani juga semakin sejahtera.

Kita harus sadari, potensi pertanian tanaman pangan di Indonesia, khususnya di Jateng sebenarnya sangat hebat. Mulai dari beras, sayur mayur termasuk vanili sampai dengan buah-buahan jika terus dikembangan dan kualitasnya ditingkatkan maka efeknya akan luar biasa, tidak hanya untuk petani tetapi juga untuk pertumbuhan agribisnis kita. Saya selalu minta kepada petani agar kualitas hasil pertaniannya ditingkatkan, packagingnya juga dibagusin sehingga nilai jualnya dapat lebih tinggi.

Saya minta kepada pemerintah desa agar BUMDes bisa diarahkan untuk mengelola lumbung desa terutama di daerah-daerah sentra padi, tidak hanya padi, tetapi juga tanaman pangan lainnya. Dengan begitu, kepastian stok pangan bisa merata di berbagai wilayah dan ikut membantu Pemerintah mengatasi kekurangan bahan pangan. Melalui BUMDes, masyarakat perdesaan bisa meman-faatkan hasil panennya untuk memperkuat stok beras desa melalui lumbung pangan desa. Apalagi saat musim panen.

Jika selama ini lumbung pangan desa hanya berfungsi sebagai cadangan pangan desa untuk mengatasi masa paceklik. Maka ke depan, lumbung pangan desa yang dikelola oleh BUMDes juga berfungsi sebagai cadangan pangan nasional di luar cadangan pangan Pemerintah yang dikelola Perum Bulog. Dengan pengelolaan lumbung desa oleh BUMDes maka akan bisa mengoptimalkan penyimpanan, pendistribusian, pengolahan, dan perdagangan beras dan bahan pangan pokok lainnya.

       Kami sadar, saat ini masih banyak PR kita di bidang pertanian yang harus kita selesaikan bersama. Oleh karena itu, mumpung saat ini ngumpul bareng para tani, silahkan manfaatkan forum ini semaksimal mungkin untuk saling bertukar informasi dan berdialog, bertukar pengetahuan dan pengalaman, serta meng-embangkan kemitraan dan jejaring usaha tani untuk mewujudkan kesejahteraan petani Indonesia.

Undangan dan hadirin yang berbahagia;

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Terakhir, saya ucapkan Dirgahayu Perkumpulan Petani Vanili Indonesia, semoga semakin maju, jaya dan sejahtera. Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

       Wabillahitaufik wal hidayah.

       Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

GUBERNUR JAWA TENGAH

 

H. GANJAR PRANOWO, SH, M.IP