SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA

BENCHMARKING BPJS KETENAGAKERJAAN PEMPROV SULAWESI UTARA

SEMARANG, 26 NOVEMBER 2019

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera untuk kita;

Dan saya ucapkan “Selamat Pagi”

         

Yang saya hormati Gubernur Sulawesi Utara;

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Tengah;

Seluruh Rombongan Peserta Benchmarking BPJS Ketenagakerjaan Premprov Sulawesi Utara;

 

       Hadirin yang Berbahagia;

        Puji syukur Alhamdulillah, ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, kita masih diberikan nikmat sehat dan kesempatan, sehingga dapat saling bersilatu-rahmi dalam kegiatan Benchmarking Badan Pe-nyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagaker-jaan. Untuk itu, terlebih dulu saya sampaikan “Selamat Datang dan terima kasih”, kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) atas dipilihnya Jawa Tengah sebagai lokus benchmarking. Hal ini menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi kami. Mudah-mudahan bisa memenuhi harapan panjenengan semua.

Terkait BPJS Ketenagakerjaan, Alhamdulilah Jateng sebagai Juara I untuk Penghargaan Pari-trana Tahun 2017. Dan penghargaan yang sama kita raih tahun 2018 yang diterimakan di tahun 2019, karena Jateng mampu meraih angka Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) sebesar 65,71, mengungguli Jatim (64,74) dan Sulawesi Selatan (64,73).

Kami tidak segan mendorong perusahaan yang ada di Jateng agar mengikut sertakan karyawannya mengikuti BPJS Ketenagakerjaan, baik perusahaan besar saja maupun UMKM. Dan, untuk lebih memotivasi, pada tahun 2017 kami memberikan penghargaan Platinium Award dan Corporate Social Responsibility (CSR) bagi Perusahaan Platinium, yaitu perusahaan yang telah mampu memberikan perlindungan secara maksimal kepada para tenaga kerjanya yang meliputi. program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Kematian (JK). Kami juga mendata beberapa perusahaan yang memang belum mengikutsertakan karyawannya dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam tahun 2019, regulasi yang kami terbit-kan, yaitu :

1.          Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Melalui BPJS Ketenagakerjaan;

2.          Kesepakatan Bersama Antara BPJS Ketenaga-kerjaan Dengan Gubernur Jawa Tengah Tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Di Jawa Tengah

3.          Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Ke Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah Tentang Peningkatan Kepe-sertaan Program Jaminan Sosial Ketenaga-kerjaan.

4.          Perjanjian Kerjasama Tentang Penyelengga-raan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Antara BPJS Ketenagakerjaan Dengan :

a.  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pro-vinsi Jateng.

b.  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jateng.

c.   Dinas Koperasi-UKM Provinsi Jateng

d.  Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Ke-pendudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jateng ( proses )

e.  Perum Perhutani Divisi Regional Jateng (LMDH)

f.    Dinas  kehutanan dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah ( Petani)

g.  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jateng

  Terkait regulasi pada level Kab/Kota, yakni telah melahirkan 11 Perda, 12 Perbup/Perwal, 11 SE Bupati/Walikota dan 31 Perjanjian Kerjasama Kabupaten/Kota. Adapun strategi yang kami lakukan, yaitu  :

1.          Pemanggilan Perusahaan Yang Menunggak Iuran, PWBD, Dan PDS di Disnakertrans

2.          Pengawas terpadu Antara Pengawas Kota Dengan Petugas Wasrik (Pengawas dan Pemeriksa) Ke Perusahaan Tahun 2018 Waspadu Terhadap Nasional

3.          Forum Komunikasi Kepatuhan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Dengan Kejaksaan, DPMPTSP Dan Biro Hukum

4.          Evaluasi Pelaksanaan Tmp2t Dengan Mengurus PTSP Provinsi Dan PTSP Kabupaten Semarang

Sampai dengan triwulan 2019 data total perusahan ada 23.977, dengan rincian Perusahaan kecil berjumlah 14.204, Perusahaan sedang berjumlah   7.207 dan Perusahaan besar berjumlah 2.566. Jumlah tenaga kerja mencapai 1.670.752 orang, terdiri 904.235 laki-laki dan 755.517 perempuan. Adapun pengawas 153 orang dan 4 orang struktural. Pengawas spesialis 40 orang dan PPNS KK ada 36 orang.

Terkait Peserta Penerima Upah (PPU) capaian pertumbuhan pada tahun 2017 tercatat 1.380.328 Jiwa. Untuk tahun 2018 1.714.468 Jiwa (24%) dan tahun 2019 tercatat 2.726.726 Jiwa (59%). Sedangkan Peserta Bukan Penerima Upah (PPU), capaian pertumbuhan pada tahun 2017 tercatat 1.323.655 Jiwa, tahun 2018  sebanyak 1.465.847 Jiwa dan tahun 2019 tercatat 1.682.248 Jiwa .

Penting juga untuk membuat peraturan daerah mengenai kewajiban bagi pemberi kerja dan seluruh pekerja. Kalau perlu juga menerapkan sanksi layanan publik terhadap Badan Usaha Milik Daerah/Swasta yang belum memberikan jaminan sosial kepada pekerjanya.

 Perlu saya sampaikan, kami juga tak henti mensosialisasikan pentingnya manfaat keikutser-taan BPJS hingga kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang keberadaannya tersebar di selu-ruh Jawa Tengah. Maka tentu anggotanya secara keseluruhan juga ribuan. Ini lantaran setiap Pokdarwis berusaha mencatatkan anggotanya ke-pada BPJS Ketenagakerjaan.

       Sebaliknya Pemprov Jateng juga tidak segan meminta BPJS Ketenagakerjaan untuk terus mela-kukan sosialisasi produknya.  Ini penting, karena masih banyak masyarakat atau pekerja yang belum memahami program BPJS Ketenagakerjaan.    

Upaya  lain adalah meminta Pemda kabupaten /kota se-Jawa Tengah juga memberikan dukungan anggaran dalam pelaksanaan Program jaminan sosial ini. Jadi kita harus dorong seluruh badan usaha yang ada di kabupaten/kota se-Jateng untuk ikut menyukseskan program BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk lebih jelasnya, secara teknis akan disampaikan oleh Disnakertrans Jateng.

 

Hadirin yang berbahagia;

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Mudah-mudahan apa yang kami sampaikan dapat gambaran kompre-hensif tentang program BPJS Ketenagakerjaan. Selanjutnya dari gambaran yang diperoleh, sekiranya dianggap bagus bisa diadopsi sebagai best practise untuk menggapai sasaran atau target yang diharapkan di masa depan.  Intinya mari kita lindungi para pekerja kita.

 Selain itu, kalau Bapak-Ibu ada waktu senggang, tidak ada salahnya berkunjung ke berbagai obyek wisata di Jawa Tengah, baik wisata alam, budaya, religi, kuliner dsb. Di Kota Semarang saja ini ada Lawangsewu, Kelenteng Sam Poo Kong, Kota Lama, dll. Belum lagi  pesona wisata kuliner khas Kota Semarang  yang ada di pusat oleh-oleh dan jajanan di sepanjang jalan Pandan-aran Semarang, kawasan Simpanglima dan Taman KB. Saya yakin akan menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa membimbing dan meridhoi usaha luhur kita.

 

Wabillahi taufik wal hidayah

Wassalamu`alaikum Wr. Wb.

        

                                                                                    GUBERNUR JAWA TENGAH

 



                                                                                     H. GANJAR PRANOWO, SH, M.IP