SAMBUTAN

                                                                                                                                                                                                GUBERNUR PROVINSI JAWA TENGAH

PADA

PEMBUKAAN

FORUM SINKRONISASI

PROGRAM DAN KEGIATAN KEPEMUDAAN, OLAHRAGA DAN PARIWISATA

PROVINSI JAWA TENGAH, SERTA  

LAUNCHING JAWA TENGAH CALENDAR OF EVENT TAHUN 2020

                                                                                                                                                                  SEMARANG, 27 NOVEMBER 2019

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera untuk kita semua;

Dan saya sampaikan selamat pagi. 

 

Yang saya hormati Pejabat Kementerian Pemuda Dan Olahraga, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, BAPPEDA Provinsi Jawa Tengah, masing-masing selaku nara sumber;

       Hadirin yang berbahagia,

        Teriring rasa syukur Alhamdulillah ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, pagi ini kita masih diberi nikmat sehat dan kesempatan dapat bersama-sama hadir di MG Setos Hotel Semarang, menyertai “Forum Sinkronisasi Program dan Kegiatan Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Pro-vinsi Jawa Tengah, serta Launching Jawa Tengah Calendar of Event Tahun 2020”. Wow keren, itu menunjukkan betapa Jateng sangat peduli dan konsen dengan pemuda. Menurut data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah, penduduk usia pemuda Jateng  2018 berdasarkan Data Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin se-banyak 9.007.566 jiwa yang terdiri dari  5.223.751 jiwa penduduk laki-laki dan 3.783.815 jiwa penduduk perempuan dari total jumlah penduduk Provinsi Jawa Tengah sebanyak 34.490.835 jiwa atau sebesar 26,12%.

       Jumlah yang secara kuantitas termasuk po-tensial untuk diberdayakan dalam rangka berpar-tisipasi dalam pembangunan daerah dan nasional.  Oleh karenanya perlu dioptimalkan baik secara afektif, kognitif dan psikomotorik, agar mereka mampu menjadi pemuda yang kreatif, sportif, inovatif dan cinta negeri ini melalui berbagai bidang yang ditekuni. Salah satunya melalui bidang olah raga, sains dan seni, yang tidak saja untuk prestasi, melainkan juga berdaya guna mengasah kepekaan, menghargai persaudaraan, membangun kecintaan pada negeri, serta menghormati prestasi, merajut budi pekerti dan toleransi.

       Selain itu, juga senantiasa meningkatkan produktivitas dan saya saing. Kelak pada masanya mereka bisa menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil, profesional di bidangnya dan kemu-dian mengembangkan menjadi kegiatan kewira-usahaan yang tidak hanya bergantung pada APBD. Melainkan mampu memanfaatkan dengan optimal kerjasama Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan (TJSLP) sebagaimana diatur dalam Perda Provinsi Jawa Tengah nomor 2 Tahun 2017. Muaranya mampu menggerakkan pembangunan  bangsa. Maka di sinilah perlunya pendampingan berkelanjutan supaya mereka bisa menjadi wira-usahawan muda mandiri, salah satunya di bidang pariwisata.

Saya sampaikan demikian karena kepariwisa-taan itu hampir selalu menjadi bidang yang seksi. Bahkan Presiden Joko Widodo dalam memimpin rapat terbatas Destinasi Prioritas Pariwisata pada tanggal 21 November 2019 menegaskan, bahwa sektor pariwisata harus mampu menjadi motor peningkat devisa, meningkatkan multiplier effect guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Terkait hal tersebut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan pariwisata, antara lain :

1.      Menjaga kebersihan di kawasan pariwisata dan menyelesaikan masalah sampah, termasuk plastik di sekitar kawasan wisata melalui pe-ngembangan sistem pengelolaan sampah yang baik. Sampah organik dibikin pupuk dan an or-ganik dibuat kerajinan. Tidak menutup kemung-kinan, dibuat edukasi sampah di setiap kawas-an wisata. Bahkan menjadi salah satu lokasi kunjungan wisata yang selalu dicari.

2.      Penataan dan pengaturan tata ruang serta ak-ses masuk ke kawasan wisata, serta pemba-ngunan fasilitas pendukung di dalamnya. Kalau-pun akses masuk lokasi masih susah, maka bisa mengoptimalkan potensi wilayah, misal meng-gunakan bendi, dokar, motor trail, dll. Itu juga bisa menambah sensasi dan daya jual.

3.      Di sinilah pengemasan dan promosi event pariwisata daerah menjadi salah satu kunci suk-sesnya.

4.      Selain itu, penyiapan SDM yang mendukung pengembangan sektor pariwisata khususnya SMK – SMK dan masyarakat di sekitar kawasan wisata, hendaknya dioptimalkan. Dengan demi-kian, selain memberikan pengalaman untuk mengamankan dan memelihara obyek wisata, sekaligus juga memberikan ruang untuk ber-kontribusi nyata pada kemajuan pariwisata setempat.

5.      Pembangunan industri pariwisata dan ekonomi kreatif yang sejalan dengan eco tourism .

 

       Terkait hal tersebut maka kita perlu bersyukur atas prestasi yang telah diraih pada tahun 2019. Salah satunya ditunjukkan pada Borobudur Mara-thon yang membuktikan sinergitas antara olahraga dan pariwisata, sehingga mampu membangun sebuah event menarik dan mengundang perhatian dunia yang kita sebut dengan sport tourism.

       Bahkan kegiatan tersebut masuk dalam Top 10 Calendar of Event (CoE) 2020, Wonderful Indonesia 2020 yang telah diluncurkan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, pada Selasa 15 Oktober 2019. Adapun daftar event Jawa Tengah yang masuk dalam 100 Wonderful Event Calendar of Event 2020 adalah Borobudur Marathon, Dieng Culture Festival (DCF), Festival Payung Indonesia, Solo International Performing Arts (SIPA),  Festival Cheng Ho dan Festival Kota Lama.

       Perlu pula saya sampaikan, bahwa Dieng Culture Festival, yaitu proses pemotongan rambut bagi anak gimbal mampu menjadi event dengan skala internasional. Hal tersebut dikarenakan ke-unikannya, menarik dan tidak dimiliki daerah lain. Maka di sinilah event tersebut dapat dijadikan contoh oleh kabupaten/kota di wilayah Provinsi ini.   Kata kuncinya adalah menggali potensi dan keunik-an daerah, serta memperbaiki kualitas event yang telah ada.

       Dengan event yang merak ati dan beragam-nya jenis paket wisata, mudah-mudahan mampu meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung. Selain itu dapat meningkatkan lama tinggal wisata-wan, seiring sejalan meningkat pula pengeluaran-nya, sehingga menjadi daya ungkit peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.

       Hadirin yang saya hormati,      

       Inilah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini. Semoga bermanfaat dan untuk ditindaklanjuti secara nyata.

       Selanjutnya dengan mengucap bismillaahirroh-maanniirrohiim, “Forum Sinkronisasi Program dan Kegiatan Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, serta Launching Jawa Tengah Calendar of Event Tahun 2020”, secara resmi saya BUKA dan DIMULAI.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

Wabillahitaufiq wal hidayah.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb. 

 

                                GUBERNUR JAWA TENGAH

 



                                   H. GANJAR PRANOWO, SH, M.IP