SAMBUTAN

WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA

KUNJUNGAN KERJA KE PT. LIWAYWAY

JAKARTA, 3 DESEMBER 2019


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua.

 

Yang saya hormati, Direktur beserta Management PT. Liwayway;

Rekan-rekan Rombongan dari Jawa Tengah;

 

Hadirin yang berbahagia;

Puji syukur Alhamdulillah, sungguh ber-bahagia, saya dan rombongan dari Provinsi Jawa Tengah, bisa berkunjung dan melakukan benchmarking ke PT. Liwayway.

Saya ucapkan terima kasih kepada Direktur beserta Management PT. Liwayway yang telah menerima kami dengan hangat.

Maksud kunjungan ini adalah dalam rangka mensinergikan pengembangan kawasan industri di Jawa Tengah melalui penyebaran investasi di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah. Melalui kunjungan ini, saya berharap bisa mengetahui perkembangan industri makanan dan minuman di Indonesia, sekaligus memperoleh best practice yang dapat dikembangkan terhadap industri sejenis di Jawa Tengah.

Maka pada kesempatan yang baik ini, saya bawa tim yang terdiri dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan akademisi, yang akan melakukan sharing dengan Bapak/Ibu di sini.

Bapak-Ibu yang saya hormati;

Sebagai gambaran, dapat saya sampaikan bahwa Provinsi Jawa Tengah memiliki wilayah seluas 3,25 juta hektar atau 1,70% dari luas Indonesia, atau sekitar 25% dari pulau Jawa. Secara administratif terbagi menjadi 29 kabupaten dan 6 kota, yang meliputi 573 kecamatan dan 7.809 desa dan 769 kelurahan. Jumlah penduduk Jawa Tengah sebanyak 34.019.095 jiwa, dengan kepadatan penduduk 1.045 jiwa per Km². Secara umum, situasi dan kondisi kehidupan masyarakat di Jawa Tengah hingga saat ini aman, nyaman, dan kondusif.

Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dari tahun ke tahun menunjukkan tren yang positif dan di atas rata-rata nasional, yang didukung oleh penurunan tingkat inflasi, tingkat pengangguran terbuka dan kemiskinan. Tren kenaikan investasi Jawa Tengah terus menunjukkan peningkatan, artinya ada peningkatan kepercayaan investor terhadap Jawa Tengah sebagai tujuan investasi. Pada periode tahun 2014-2018, realisasi investasi di sektor infrastruktur (listrik, gas, dan air dan konstruksi) menempati porsi terbesar, diikuti oleh industri kimia dan farmasi;  industri tekstil; trans-portasi, pergudangan, dan telekomunikasi; dan industri makanan.

Sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja investasi, Pemprov Jateng terus memperbaiki sarana pendukung, seperti infrastruktur bandara, pelabuhan, jalan tol, perkeretaapian, ketenaga-listrikan, dan kawasan industri. Ada 7 (tujuh) Kawasan Industri (KI) eksisting di wilayah Kedungsepur, yaitu Kawasan Industri Wijaya-kusuma, BSB dan Tanjung Emas Eksport Processing Zone (TEPZ) di Kota Semarang, Kawasan Industri Kendal, Kawasan Industri Terboyo, Kawasan Industri LIK Bugangan, dan Kawasan Industri Jatengland (JIPS) di Kabupaten Demak yang menyediakan layanan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK), artinya investor dapat langsung membangun pabrik sambil mengurus perizinan.

Selain itu, beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah juga sudah berencana membangun KI, bahkan ada sudah memiliki masterplan KI antara lain: Kabupaten Kebumen, Kabupaten Batang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Tegal.

Mengenai potensi jagung, kami memiliki 5 (lima) kabupaten potensial budidaya jagung di Jawa Tengah, yaitu Cilacap, Sragen, Grobogan, Blora dan Pati. Produksi jagung tahun 2018 sebesar 3.433.420 Ton dengan luasan panen 568.631 Ha. Adapun produksi tertinggi terjadi pada tahun 2017, sebesar 3.577.507 Ton dengan produktivitas 60,76 kuintal/Ha.

Demikian gambaran apa yang kami miliki, mudah-mudahan setelah dari PT Liwayway ini kami bisa kembangkan potensi tersebut secara lebih optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semoga hari ini membuka jejaring mutual.

Sekian, terima kasih.

Wabillahitaufik wal hidayah,

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 


WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH

 

H. TAJ YASIN