SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA

PERINGATAN

HARI DISABILITAS INTERNASIONAL (HDI) KE-27

KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 2019

WONOSOBO, 3 DESEMBER 2019

 

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.

 

Yang saya hormati Bupati Wonosobo beserta Jajaran Birokrasi Pemerintah Daerah;

Para Ketua Yayasan/Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Penyandang Disabilitas dan Ketua Organisasi Disabilitas di Wonosobo;

Anak-anakku Siswa-siswa SLB, SMP, dan SMA;

 

Hadirin yang berbahagia;

Teriring rasa syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, pagi ini kita dapat bersama-sama hadir di Gedung Sasana Adipura Wonosobo, mengikuti “Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) Ke-27 Kabupaten Wonosobo Tahun 2019”, dengan tema “Indonesia Inklusi Disabilitas Unggul”.

Terus terang saya bangga dengan berbagai kegiatan hari ini, antara lain “Disabilitas Wonosobo Award 2019, Penghargaan Atlet Disabilitas Peraih Medali, Fashion Show Batik Wonosobo Pancen Maer”, ceremony, workshop apa itu inklusi, trea-tikal disabilitas, sosial charity, expo disabilitas, pijat gratis, kursus singkat Bahasa Bisindo dan musik band disabilitas. Wis pokoke keren deh. Itu menunjukkan kalau kabupaten yang terkenal dengan carica, betul-betul berupaya meningkatkan kesadaran semua pihak akan isu-isu disabilitas, hak-hak  fundamental para penyandang disabilitas dan integrasi para penyandang disabilitas di dalam setiap aspek kehidupan utama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Dari kacamata inklusi, Wonosobo terbukti mampu memfasilitasi terbentuknya kabupaten sebagai lingkungan yang aksesibel, inklusi dan demokratis, dengan mengakui dan menghargai perbedaan dan keragaman karakteristik warganya, termasuk yang inklusi. Dan dengan membangun wilayah yang ramah kepada penyandang disabili-tas, berarti kabupaten ini telah berperan penting melahirkan pemimpin masa depan di kalangan disabilitas. Bahkan mendorong perubahan dan peningkatan kualitas hidup mereka.

Hal itu tampak adanya keramahan dan kepada para penyandang disabilitas. Ramah tidak saja dalam sikap namun juga berbagai fasilitas serta kegiatan yang diselenggarakan. Itu OK banget, serta sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Tengah Nomor 11 Tahun 2014 tentang Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disa-bilitas. Perda ini mengatur tentang pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dipandang dari berbagai aspek, antara lain : aspek kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, politik, hukum, keolahragaan, kepariwisataan, dll, yang tidak lepas dari ketersediaan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Penetapan perda tersebut merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam upaya penyelenggaraan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Jawa Tengah untuk lebih diperhatikan oleh semua pemangku kepentingan, baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat di Jawa Tengah.

Hendaknya dipahami, menjadi penyandang disabilitas bukanlah pilihan, melainkan fakta yang harus diterima dan dijalani. Salah satu hikmahnya adalah tumbuhnya rasa empati, semangat saling membantu dan memahami disabilitas sebagai bagian dari perbedaan. Dan rendahnya peradaban suatu bangsa dan masyarakat, dapat diukur dari bagaimana bangsa dan masyarakat tersebut memperlakukan para penyandang disabilitas.

Wonosobo telah membuktiknya. Setidaknya, tampak pada pra event kegiatan tanggal 15-25 November 2019, antara lain dengan kegiatan disabilitas go to school, pembuatan Kartu Indonesia Anak (KIA) disabilitas, pembiatan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) disabilitas. Bahkan ada pula pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) D untuk disabilitas dan workshop kewirausahaan.

Hal itu diperkuat dengan Undang-Undang No.8 Tahun 2016 dan Perda Kab. Wonosobo No.1 Tahun 2015 berkaitan dengan Penyandang Disabilitas, serta Perda No.5 tahun 2016 tentang Kab. Wonosobo Ramah Ham Azasi Manusia (HAM)  berkaitan hak, kesetaraan, kesempatan dan kebe-radaan disabilitas Kab. Wonosobo pada khususnya.

Untuk itu, saya sampakan terima kasih dan penghargaan tulus. Ini karena kesamaan akses bagi difabel hanya bisa terwujud dengan tersedianya kebijakan, layanan terhadap difabel serta modifikasi lingkungan.

Bapak dan Ibu yang saya banggakan;

Demikian yang dapat saya sampaikan me-nyertai kegiatan ini.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

Wabillahi taufiq wal hidayah,

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

 

GUBERNUR JAWA TENGAH

 

H. GANJAR PRANOWO, SH., M.IP