SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA

GRAND OPENING

PAMERAN TUNGGAL SABAR SUBADRI

“SPIRIT KEHIDUPAN”

SEMARANG, 3 DESEMBER 2019

       

Assalamu'alaikum Wr. Wb;

Salam sejahtera untuk kita semua ;

Selamat siang.

 

 

Yang saya hormati Forkompimda yang berkesem-patan hadir;

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pari-wisata Provinsi Jawa Tengah;

 

        Hadirin yang saya hormati;

       Teriring rasa syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Alhamdulillah kita masih diberi nikmat sehat dan kesempatan, sehingga dapat bersama-sama hadir di Mal Ciputra Semarang, menyertai  Grand Opening Pameran Tunggal Sabar Subadri Spirit Kehidupan”. Wow, ini keren lho, pameran tunggal mas Sabar, seniman difabel dari Kota Salatiga, yang sebulan lagi tepatnya 4 Januari 2020, umurnya 41 tahun.

 

       Terus terang, saya angkat jempol dengan tekad dan usaha kerasnya, juga semangat tak pantang menyerah, hingga keterbatasan yang bagi orang lain adalah hambatan, mampu dirubah menjadi peluang untuk maju dan berkembang. Hingga prestasi pun mengalir, seperti  Liputan 6 Awards 2015, kategori Pantang Menyerah, serta penghargaan dari Pemerintah Kota Salatiga sebagai pembangun galeri di kota untuk mendukung Kota Salatiga sebagai Smart City.

 

       Panggung hidup melukis dari hari ke hari semakin bertambah dan bertambah. Coba kita simak sejenak, dalam hal pameran bersama, Sabar Subadri ini tidak hanya melakukan di Jateng atau bahkan Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Bandung, tetapi bahkan pernah ke luar negeri, seperti Singapura pada Suntec Auditorium 2012 dan Barcelona tentang Museum Maritim 2017. Selain itu, juga berani pameran tunggal yang saat itu tahun 2013 di Gedung Jogya Gallery.

 

       Itu sesuatu banget, dan tidak dimiliki banyak orang. Sekali lagi saya sampaikan apresiasi kepada Saudara Sabar Subadri juga rekan-rekan difabel lainnya yang hari ini dalam merayakan Hari Disa-bilitas Internasional (HDI) dengan menunjukkan karya nyata dan prestasinya.

 

       Inilah salah satu upaya nyata Pemprov Jateng dalam memfasilitasi kepada Saudara-Saudara para difabel melalui cara yang berbeda, yaitu pameran lukisan. Pameran seperti ini sejatinya mampu menjadi magnet bagi pengunjung atau masyarakat untuk berduyun-duyun menyaksikan dan menikmati olah rasa dan seni yang menjelma dalam sapuan kanvas dan karya hebat ini. Hal ini bisa kita tradisikan dan diangkat menjadi event seni budaya yang lebih luas, sehingga selain mengenal perupa atau seniman difabel,  juga dapat mengundang wisatawan baik domestik maupun domestik untuk menikmati, bahkan membeli hasil karya.

 

Terkait hal tersebut, maka kepada saudaraku para difabel, jangan pernah merasa minder dengan keterbatasan yang ada. Yang penting tunjukkan dan buktikan kehebatan kalian dari berbagai sisi. Kalau kebetulan mas Sabar ini seneng melukis sebagai alas hidupnya, maka  bisa jadi yang lain punya keahlian membatik, membuat kerajinan, bermain musik, dan lain-lain. Saya percaya saudaraku semua ini mampu melampaui harapan tersebut.

Harapan saya, pameran ini tidak sekedar pameran mas Sabar Subadri, melainkan mampu mendorong, menggerakkan spirit dan nilai kego-tongroyongan. Muaranya merawat rasa solidaritas dan meneguhkan kesengkuyungan. Inilah dimensi lain pameran ini.

Yang penting, tetaplah produktif dan hasilkan karya yang tidak sekedar indah dipandang, tetapi juga menggelitik, inovatif dan edukatif. Jadikan pameran ini sebagai upaya mengedukasi bagi pemartabatan disabilitas Jawa Tengah dan Indonesia pada umumnya.

Bapak dan Ibu yang saya banggakan;

        Itu saja yang perlu saya sampaikan pada kesempatan ini. Selanjutnya dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Pameran Tunggal Sabar Subadri Spirit Kehidupan”, secara resmi saya BUKA dan DIMULAI.

        Sekian dan terima kasih.

        Wabillahi taufiq wal hidayah,

        Wassalamu `alaikum Wr.Wb.

 

GUBERNUR JAWA TENGAH

 

H. GANJAR PRANOWO, SH, M.IP