SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA 

PEMBERANGKATAN

CALON TRANSMIGRASI SHARING APBD

KE LOKASI UPT TANJUNG BUKA SP6B

KABUPATEN BULUNGAN

PROVINSI KALIMANTAN UTARA

SEMARANG, 4 DESEMBER 2019

 

 

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Selamat siang dan Salam sejahtera untuk kita semua.

 

Yang saya hormati Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah;

Bapak, Ibu, Saudara Calon Transmigran;

 

Hadirin yang berbahagia,   

Seraya memanjatkan rasa syukur Alhamdu-lillah ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas nikmat sehat dan kesempatannya, hari ini kita dapat bersama-sama hadir di Transito Tugu Semarang, menyertai ”Pemberangkatan Calon Transmigrasi Sharing APBD ke Lokasi UPT Tanjung Buka SP6B Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara”. Untuk itu, saya sampaikan “selamat dan selamat jalan” kepada saudara-saudaraku para calon transmigran.

Saya sampaikan demikian karena untuk bisa bertransmigrasi itu, sekarang harus antri lantaran animo masyarakat yang semakin tinggi. Saat ini masih ada sekitar + 3.000 Kepala Keluarga (KK) menunggu diberangkatkan. Wow, keren khan, seperti mau berhaji yang harus antri.

 Itu berarti panjenengan semua yang kali ini berasal dari 18 Kabupaten/ Kota, yaitu Grobogan, Demak, Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, Boyolali, Magelang, Kebumen, Jepara, Pekalongan, Tegal, Pemalang, Purbalingga, Banyumas, Semarang, Kota Salatiga, Kota Pekalongan, dan Kota Tegal adalah orang-orang terpilih. Harapannya, di tempat baru tersebut, panjenengan mampu mempraktekkan ilmu dan keterampilan yang telah diberikan oleh Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta. Bahkan kalau memungkinkan juga meneruskan kepada tetangga dan warga lain di lokasi transmi-grasi. Dengan demikian, daerah yang ditempati juga cepat maju dan berkembang. Insya Allah, kebe-radaan panjenengan semua akan sangat mem-bantu kemajuan pembangunan di daerah trans-migran. Bahkan bisa jadi Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara mampu mewakili wajah baik Jawa Tengah di Indonesia.

Mendukung hal tersebut, maka harus ajur ajer dan beradaptasi dengan baik kepada sesama trans-migran, penduduk setempat, maupun lingkungan. Paribasane; “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Untuk itu, silahkan kenali lingkungan dan jalin komunikasi dua arah yang harmonis, sehingga penggarapan lahan yang telah diberikan bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya. Tanamkan dalam diri; “Di sana ada apa, dan apa yang harus saya lakukan”. Keuletan dan tidak mudah menyerah adalah kunci sukses untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik lagi.

Perlu saya sampaikan, hal baru yang tidak bisa ditemui sebagaimana di daerah asal, adalah lahan basah atau pasang surut, khususnya di lokasi Tanjung Buka SP6B. Di samping itu, air bersih yang ada, kualitasnya mungkin tidak sebaik di Jawa. Namun demikian saya percaya, wong Jateng kuwi sregep, temen, tur gayeng. Maka bisa jadi panje-nengan semua justru mampu memberikan contoh menyaring air supaya semakin jernih, misal tempat penampungan dilandasi dengan kerikil, ijuk, dll. Di sinilah kearifan lokal Jateng bisa memberikan warna pada lokasi transmigrasi panjenengan. Ka-laupun lokasi terlalu kering, maka pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) bisa dilakukan untuk membantu peresapan air. Dengan demikian saat kemarau, lahan yang ada tidak terlalu kering dan tanaman juga tetap tumbuh subur.

Oleh karenanya, kobarkan terus semangat membara di antara para transmigran, sehingga bisa sukses di manapun berada. Apalagi saudara be-rangkat transmigrasi dengan sukarela tidak ada paksaan dari siapapun. Hal ini yang harus dijadikan motivasi untuk membangun niat yang kokoh dalam diri masing-masing. Pengalaman saya, di lokasi transmigran, beberapa putra transmigran ada yang sudah bisa menjadi pejabat. Bupati, Wakil Bupati, anggota dewan, dosen, guru, ASN, bahkan  sauda-gar yang kaya raya. Itu semua karena keuletan dan ketangguhan. Saya percaya saudara semua juga memiliki tekad tersebut sebagai ruh orang Jateng.

Bapak dan Ibu yang saya banggakan;

Mengakhiri sambutan ini, saya berpesan tetap pegang teguh gotong-royong guyub rukun saling nyengkuyung, sebagai ciri khas Budaya Jawa Tengah. Dengan demikian kalau ada permasalahan bisa dikomunikasikan, baik dengan warga setempat maupun dengan tokoh masyarakat dan Pemerintah Daerah. 

Yang penting, pegang teguhlah komitmen bahwa tujuan transmigrasi adalah untuk mening-katkan taraf hidup yang lebih baik. Oleh karenanya,  kerja keras, kerja ikhlas dan kerja cerdas, merupakan bagian yang harus dilakukan. Meski telah sukses, tolong tetap jalin silaturahmi dengan sanak saudara yang ada di Jawa Tengah.

Demikian yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan yang baik ini. Selanjutnya dengan mengucap bismillahirrohmaanirrohim, Calon Transmigrasi Sharing APBD ke Lokasi UPT Tanjung Buka SP6B Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara”, saya lepas dan berangkatkan.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan bimbingan dan kemudahan terhadap usaha luhur kita.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

Wabillahi taufik wal hidayah

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

 

GUBERNUR  JAWA TENGAH

      

     H. GANJAR PRANOWO, SH. M.IP