ATUR PANGANDIKAN

GUBERNUR JAWI TENGAH

ING ADICARA

RAKORDA  STABILISASI BARANG KEBUTUHAN POKOK SERTA PEMANTAUAN HARGA LAN STOK/PASOKAN DI PROVINSI JAWI TENGAH

SEMARANG, 5 DESEMBER 2019

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Sugeng enjang lan karaharjan dhumateng kito sekalian;

Ingkang kulo urmati Bapa Menteri Perdagangan Republik Indonesia lan poro jajaran;

Walikota Semarang lan poro jajaran;

Pemerintah Kabupaten/Kota Se-Jateng, Undangan lan hadirin ingkang minulyo;

Puji syukur konjuk ing ngarsanipun Allah SWT, Alhamdulillah enjing punika kita taksih pinaringan kasarasan lan kawilujengan sahengga saged sesarengan hangastreni adicara, Rakorda  Stabilisasi Barang Kebutuhan Pokok Serta Pemantauan Harga Lan Stok/Pasokan Di Provinsi Jawi Tengah.

Sugeng rawuh dhumateng Menteri Perdagangan Republik Indonesia Bapa Agus Suparmanto, ing tlatah Semarang, Jawi Tengah. Mugikemawon kerawuhan Bapak ing mriki saged nambahi semangat lan motivasi kagem majukaken negari lan bangsa, khususipun ing bidang perdagangan punika.

Bapak, Ibu lan para rawuh sedaya, prelu kulo aturaken bilih yektosipun, saben dinten Kemis, jajaran Pamarintah Provinsi Jawi Tengah dipun prayogakaken ngginaaken Basa Jawi saklebetipun wawan pengandikan ing papan makaryo. Nanging amargi ingkang rawuh mboten sedaya saking Jawi, lan punapa ingkang kulo aturaken kedah saged dipun mangertosi kanthi sae, pramilo saklajengipun kulo badhe matur ngginaaken Basa Indonesia.  

Seperti kita ketahui bersama, tak lama lagi kita akan menghadapi Hari Raya Natal dan tahun baru. Pada momen tersebut, diprediksi konsumsi masyarakat akan naik dan meningkat, khususnya untuk bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng dll. Maka Rakorda ini saya nilai penting dan strategis sebagai media diskusi, sharing, berbagi informasi, evaluasi sekaligus mencari solusi atas berbagai permasalahan yang ada terkait bidang perdagangan dan logistik pangan di Jateng.  

Lapor Bapak Menteri, Jateng terus bekerja keras untuk menstabilkan harga bahan pokok ini. Selain semangat kebersamaan dalam rangka menjaga kestabilan harga, khususnya harga bahan pokok. Berbagai inovasi kita kembangkan seperti aplikasi Sihati, Regopantes, Oregano, Geotaging, E-petani, Kartu Tani, dll, kita berhasil menjamin ketersediaan bahan pokok, peningkatan produksi, kelancaran distribusi dan kecukupan pasukan.

Kita juga akan segera menggunakan Sistem Logistik Daerah (Sislogda) sebagai upaya optimalisasi produksi pangan di Jateng. Dengan sistem tersebut, maka semua produk olahan pangan dapat terdata dengan baik. Kalau zaman dahulu itu namanya lumbung pangan, sekarang namanya Sistem Logistik Daerah. Program ini akan kami dorong di daerah-daerah untuk memetakan produksi pangan, seperti mengetahui potensi pangan, berapa kapasitasnya, siapa yang akan menggunakannya, berapa yang digunakan untuk prioritas yang miskin dan sebagainya.

Sislogda, akan dipadukan dengan Kartu Tani sebagai basis data. Harapannya, dengan perpaduan dua sistem itu, maka ketahanan pangan Jateng akan aman. Dengan Sislogda ini, maka akan ada desain kebijakan publik dalam politik pangan nasional. Selain untuk orang miskin, program ini dapat mengarahkan politik pangan pada diversifikasi pangan.

Saya optimistis, dengan Sislogda yang dipadukan dengan basis data Kartu Tani, maka semua data pertanian akan terekam dengan baik. Dengan begitu, maka program-program ketahanan pangan untuk masyarakat miskin akan lebih tepat sasaran.

Setelah data kemiskinan sudah dipegang, by name by addres, maka akan dipegang kencang orang-orang ini sebagai prioritas utama. Apabila kabupaten/kota sudah bisa melakukan ini, maka selesai. Tidak ada lagi orang kelaparan di Jawa Tengah kalau sistem ini sudah berjalan.

Bapak-Ibu, ke depan berbagai upaya untuk menjaga inflasi harus terus dilakukan. Di Jawa Tengah volatile food masih menjadi potensi pemicu inflasi dengan resiko besar, sehingga perlu perhatian dan penanganan lebih, baik dari sisi produksi maupun distribusi. Dari sisi produksi: pengaturan masa tanam, penggunaan teknologi pertanian, penerapan teknik pertanian untuk optimalisasi produksi, serta penggunaan pupuk merupakan hal-hal yang wajib dicermati dan diprogramkan dengan baik dan sungguh-sungguh. Sedangkan dari sisi distribusi, mata rantai yang panjang perlu dipangkas dan disederhanakan, karena panjangnya rantai distribusi akan membentuk margin yang berlebihan, sehingga menyebabkan harga tinggi di pasar sedangkan keuntungan petani relatif tidak bertambah. Hal demikian menyebabkan petani sulit untuk sejahtera.

Maka mari kita gunakan kesempatan ini untuk memantapkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah dan berbagai stakeholder yang ada. Mari kita kendalikan harga bahan-bahan pokok dan kita perbanyak stoknya. Mumpung ada Bapak Menteri Perdagangan, mari kita bisa dikemukakan berbagai hambatan dan masalah yang ada terkait bahan pokok ini.

Mari, saling mendukung dan bersinergi untuk mewujudkan stabilitas harga komoditas di pasaran dan terkendalinya inflasi di Jawa Tengah, yang muaranya adalah peningkatan pertumbuhan positif ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hadirin yang berbahagia;

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Semoga apa yang kita lakukan ini diridhoi Allah SWT dan memberikan keber-manfaatan bagi pembangunan Indonesia. Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

        Wabilahittaufiq wal hidayah,

Wassalamulaikum Wr.Wb.

GUBERNUR JAWA TENGAH

 

 

H. GANJAR PRANOWO, SH, M.IP