ATUR PANGANDIKAN

GUBERNUR JAWI TENGAH

ING ADICARA

SEMINAR NASIONAL TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

SEMARANG, 5 DESEMBER 2019

 

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Sugeng enjang lan karaharjan dhumateng kito sekalian;

Ingkang kulo urmati Para Narasumber;

Rencang-rencang Kepala Sekolah, Dosen, Guru, Pamong Pelajar, Pengembang Teknologi Pmebelajaran, Undangan lan hadirin ingkang minulyo;

Puji syukur konjuk ing ngarsanipun Allah SWT, Alhamdulillah enjing punika kita taksih pinaringan kasarasan lan kawilujengan sahengga saged sesarengan hangastreni adicara, Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran. Kulo ngaturaken apresiasi awit kaleksanaipun adicara punika. Forum punika sae sanget minongko media diskusi, sharing, lan ngrembag sedoyo permasalahan lan tantangan babagan pendidikan.

Bapak, Ibu lan para rawuh sedaya, prelu kulo aturaken bilih yektosipun, saben dinten Kemis, jajaran Pamarintah Provinsi Jawi Tengah dipun prayogakaken ngginaaken Basa Jawi saklebetipun wawan pengandikan ing papan makaryo. Nanging amargi ingkang rawuh mboten sedaya saking Jawi, lan punapa ingkang kulo aturaken kedah saged dipun mangertosi kanthi sae, pramilo saklajengipun kulo badhe matur ngginaaken Basa Indonesia.  

Hadirin yang berbahagia, saat ini kita menghadapi Revolusi Industri 4.0. Ini merupakan era inovasi disruptif, di mana inovasi ini berkembang sangat pesat, sehingga mampu membantu terciptanya pasar baru. Inovasi ini juga mampu mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada dan lebih dahsyat lagi mampu menggantikan teknologi yang sudah ada.

Menghadapi tantangan yang besar tersebut maka pendidikan dituntut untuk berubah, dari pendidikan jenjang paling dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Pendidikan 4.0 merupakan pendidikan yang bercirikan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran atau dikenal dengan sistem siber (cyber system). Sistem ini mampu membuat proses pembelajaran dapat berlangsung secara kontinu tanpa batas ruang dan batas waktu.

Indonesia tergolong lambat dalam merespon revolusi industri 4.0 dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Sistem pendidikan 4.0 baru bergaung kencang dalam akhir-akhir ini. Oleh karena itu, pemprov Jateng berusaha terus menyediakan fasilitas yang memadai dalam menyongsong era Pendidikan 4.0.

Yang juga untuk menjadi perhatian kita dalam era Pendidikan 4.0 terkait dengan Pengajar. Sebagai garda terdepan dalam dunia pendidikan, pengajar harus meng-upgrade kompetensi dalam menghadapi era Pendidikan 4.0. Peserta didik yang dihadapi pengajar saat ini merupakan generasi milenial yang tidak asing lagi dengan dunia digital. Peserta didik sudah terbiasa dengan arus informasi dan teknologi industri 4.0. Ini menunjukkan bahwa produk sekolah yang diluluskan harus mampu menjawab tantangan industri 4.0.

Mengingat tantangan yang besar tersebut, maka pengajar harus terus belajar meningkatkan kompetensi sehingga mampu menghadapi peserta didik generasi milenial. Jangan sampai timbul istilah, peserta didik era industri 4.0, belajar dalam ruang industri 3.0, dan diajarkan oleh pengajar industri 2.0 atau bahkan 1.0. Jika ini terjadi, maka pendidikan kita akan terus tertinggal dibandingkan negara lain yang telah siap menghadapi perubahan besar ini. Kualitas pengajar harus sesuai dengan performa pengajar yang dibutuhkan dalam era industri 4.0. Pengajar harus memiliki kualitas seperti tersebut sebagai pengajar 4.0.

Era pendidikan 4.0 merupakan tantangan yang sangat berat dihadapi. Dapat dikatakan pendidikan adalah tantangan besar abad ini. Jika tidak mengubah cara mendidik dan belajar-mengajar, maka 30 tahun mendatang kita akan mengalami kesulitan besar. Pendidikan dan pembelajaran yang sarat dengan muatan pengetahuan mengesampingkan muatan sikap dan keterampilan sebagaimana saat ini terimplementasi akan menghasilkan peserta didik yang tidak mampu berkompetisi dengan mesin.

Oleh karena itu, pengajar harus mengurangi dominasi pengetahuan dalam pendidikan dan pembelajaran dengan harapan peserta didik mampu mengungguli kecerdasan mesin. Pendidikan yang diimbangi dengan karakter dan literasi menjadikan peserta didik akan sangat bijak dalam menggunakan mesin untuk kemaslahatan masyarakat.

Beberapa hal penting yang harus dimiliki menghadapi era industri 4.0 adalah Pertama, keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah (critical thinking and problem solving skill). Kompetensi ini sangat penting dimiliki di abad 21.

Kedua, keterampilan komunikasi dan kolaboratif (communication and collaborative skill). Sebagai satu kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam abad 21, keterampilan ini harus mampu dikonstruksi dalam pembelajaran. Model pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi harus diterapkan guna mengkonstruksi kompetensi komunikasi dan kolaborasi.

Ketiga, keterampilan berpikir kreatif dan inovasi (creativity and innovative skill). Revolusi industri 4.0 mengharuskan kita untuk selalu berpikir dan bertindak kreatif dan inovatif. Tindakan ini perlu dilakukan agar kita mampu bersaing dan menciptakan lapangan kerja berbasis industri 4.0. Kondisi ini diperlukan mengingat sudah banyak korban revolusi industri 4.0. Misalnya, banyak profesi yang tergantikan oleh mesin digital robot. Contoh, pembayaran jalan tol menggunakan e-toll. Sistem ini telah memaksa pengelola jalan tol untuk memberhentikan tenaga kerja yang selama ini digunakan di setiap pintu tol.

Keempat, literasi teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology literacy). Literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi kewajiban yang harus dikuasai agar mampu bersaing dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Kelima, literasi informasi dan media (information and media literacy). Banyak media informasi bersifat sosial yang digandrungi peserta didik. Media sosial seolah menjadi media komunikasi yang ampuh digunakan. Media sosial menjadi salah satu media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan. Kehadiran kelas digital bersifat media sosial dapat dimanfaatkan agar pembelajaran berlangsung tanpa batas ruang dan waktu.

Lebih dari itu, Pendidikan nasional Indonesia bertujuan melahirkan generasi yang cerdas secara utuh, cerdas intelektual, cerdas, emosi, dan cerdas spiritualnya. Dalam kaitan dengan hal tersebut maka pendidikan nilai, khususnya pendidikan karakter perlu dibangun kembali. Hal ini untuk mengantisipasi dan memberikan jawaban, akan terjadinya degradasi moral di dalam tubuh bangsa Indonesia. Memudarnya rasa kemanusiaan, memudarnya rasa malu, menyebabkan terjadinya tindakan - tindakan amoral, termasuk juga korupsi. Saatnya dunia pendidikan memberikan andil untuk menepis terjadinya fenomena tersebut, dengan membina lahirnya mental-mental yang kuat, tangguh, dalam melawan keinginan untuk korupsi, yaitu mental antikorupsi. Pendidikan antikorupsi dapat mewujudkan karakter jujur, peduli, mandiri, tanggung jawab, sederhana, dan berani.

Strategi memerangi korupsi melalui bidang pendidikan seperti ini tentu harus segera kita lakukan. Walaupun telah ada mata pelajaran Pendidikan Agama dan mata pelajaran lainnya yang ada memuat materi anti korupsi tetapi hal itu tentunya belum cukup.

Pemprov Jateng telah ada Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pelaksanaan pendidikan karakter dan anti korupsi, beberapa hari yang lalu, bersama Bupati/Walikota Se-Jateng dan KPK juga telah meandatangani peratuan tentang pendidikan anti korupsi di daerah masing-masing. Dengan ditanda-tanganinya peraturan ini maka, sekolah wajib menghadirkan pendidikan anti korupsi di lingkungannya. Saya ingin  institusi pendidikan Jateng bisa mencetak generasi yang berkualitas dan anti korupsi. Indonesia harus bisa bebas dari belenggu korupsi. Mari kita mulai dari anak-anak kita, kita budayakan anak kita untuk anti korupsi. Ayo kita hadirkan generasi anti korupsi di Indonesia. Jika pendidikan Dasar sampai menengah sudah menerapkan pendidikan anti korupsi maka kampus sebagai pendidikan tinggi juga saya yakin akan juga ikut serta.

Hadirin yang berbahagia; Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. sekian dan terima kasih.

Wabillahi taufik wal hidayah.

Wassalamu`alaikum Wr. Wb.

                                                GUBERNUR JAWA TENGAH

 

H. GANJAR PRANOWO, SH, M.IP