SAMBUTAN

WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA ACARA

PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW

SEMARANG, 07 DESEMBER 2019

 

Bismillahirrohmaanirrohiim       

Assalamualaikum Wr.  Wb.

wassalatu wassalamu ‘ala ashrofil  anbiya i wal-mursalin, Sayyidina wa        habibina wa syafi’ina wa maulana         Muhammaddin, wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in amma ba’du.

Yang saya hormati, Unsur Forkopimda Jawa Tengah;

Walikota Dan Unsur Forkopimda Kota Semarang;

Pengurus dan keluarga besar Jam’iyyah Maulid ”Simthud Duror” Ngaliyan, Semarang;

Para Kyai dan Alim Ulama; Wabil khusus Abah Habib Muhammad Luthfiy bin Ali bin Yahya, Al Habib Ali Zainal Abidin Assegaff;

Undangan Dan Hadirin yang saya banggakan;

 

Puji syukur kita haturkan kehadirat Allah SWT. Alhamdulillah malam ini kita masih di-karuniai nikmat Iman dan nikmat Islam, sehingga bersama-sama dapat hadir mengikuti acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Jam’iyyah Maulid ”Simthud Duror” Ngaliyan dalam suasana yang penuh damai.

 

Hadirin dan Jamaah yang berbahagia;

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sangat positif sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri dengan Sang Pencipta, me-neladani perilaku luhur Rasullulah Muhammad SAW, sekaligus menjadi wahana mendoakan bangsa dan negara kita tercinta ini agar selalu berada dalam suasana kehidupan yang guyub, rukun, bersatu padu, saling menghargai dan toleran satu sama lain. Semoga acara ini bisa kita menjadi inspirasi dan sumber motivasi dalam mengaktualisasi sikap Islami yang rahmatan lil alamin : damai, ramah dan toleran. Islam sejati sebagaimana yang dituntunkan dalam Al-Quran dan sifat sikap Rasullulah SAW.

Saya sampaikan demikian, karena di dalam sebuah Negara yang mempunyai beragam tatanan adat istiadat dan terdiri dari berbagai agama seperti Negara kita ini, diperlukan sikap toleransi dan saling menghargai dari masya-rakatnya. Tentunya akan sangat berbahaya bagi keutuhan dan kelangsungan kehidupan ber-bangsa dan bernegara, jika masyarakatnya masih belum memahami kebhinekaan, belum menerima perbedaan, belum paham atas Islam yang toleran, bisa menerima perbedaan.

Berbagai bencana yang melanda berbagai daerah, serangkaian peristiwa intoleransi, hate speech, hoax, vandalism, dan berbagai aksi anarkisme, sudah cukup menjadi bahan evaluasi dan introspeksi untuk kita semua. Sudah saatnya kita kembali merawat perbedaan, teposliro, dan guyub rukun. Apapun warna dan sikap ploitik kita, kita tetap bersaudara.

Sebagai penganut agama Islam, kita patut meneladani sifat Nabi Muhammad SAW yang Shiddiq, Amanah, Fathonah, dan Tablig. Dengat sifat-sifat yang luhur tersebut beliau mampu hidup berdampingan dengan orang-orang dari berbagai suku dan golongan, Nabi Muhammad SAW berhasil membangun Kota Madinah yang penuh keberagaman, terdiri dari bangsa Arab, Yahudi, Kristen, Islam, menjadi kota yang berkeadaban, kota yang tertib serta taat. Tentunya teladan yang baik ini harus bisa menjadi budaya bagi pemeluk Islam.

Berkiblat dengan apa yang telah di-contohkan oleh Nabi Muhammad SAW tersebut, saya mengajak kepada panjenengan sami untuk dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam pengamalan nilai-nilai Islam di kehidupan sehari-hari. Mari hargai keragaman dan keber-agama-an di negeri ini, kita kembangkan spirit kebersama-an, keguyuban, kegotongroyongan dalam ke-hidupan bermasyarakat, agar kehidupan di Jawa Tengah dan Indonesia tetap dalam suasana yang aman dan damai. Maka, saya ingin majelis ini bisa menjadi momentum bagi saya dan panjenengan sami untuk lebih mengikhtiarkan diri semakin mendekat kepada Allah SWT.

 

Hadirin dan Jamaah yang berbahagia;

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini.

Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi langkah mulia dan usaha luhur kita semua.

Wabillahitaufik wal hidayah

Wassalamu `alaikum Wr.Wb.

 

 

                WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH

 

 

   H. TAJ YASIN