SAMBUTAN

WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA ACARA

FESTIVAL PERTANIAN ORGANIK JAWA TENGAH

KAB. SEMARANG, 7 DESEMBER 2019

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera untuk kita semua dan  selamat siang

Yang saya hormati Bupati Semarang beserta Unsur Forkopimda;

Direktur PT. Astra Internasional Tbk;

Pimpinan Pondok Pesantren, Para Petani Organik, UMKM, Para Pemuka Agama, Tokoh Masyarakat, Kepala Desa, Undangan dan hadirin yang berbahagia;

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkah, rahmat dan nikmat-NYa kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan sehingga dapat mengikuti kegiatan Festival Pertanian Organik Jawa Tengah. Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Selain sebagai upaya untuk memajukan potensi pertanian organik, event ini juga menjadi wahana untuk promosi produk pertanian organik dan sosialisasi tata kelola pertanian organik tersebut.

Seperti kita ketahui bersama, Pertanian organik kini mulai dikenal luas masyarakat seiring dengan adanya tren hidup sehat. Banyak pelaku pertanian organik bermunculan seiring dengan pangsa pasar yang semakin terbuka. Tidak hanya karena bernilai ekonomis tinggi, pertanian organik penting untuk perbaikan ekosistem pertanian yang kian rusak terpapar bahan sintetik atau kimiawi seperti pestisida.

Pertanian organik sebagai merupakan sebuah solusi pertanian berkelanjutan. Untuk itulah, saat ini, Petani harus diajarkan bahwa penanganan hama dan penyakit tidak hanya melalu pestisida sintetik, begitu pun dengan pupuk yang bisa disiapkan sendiri, yang lebih murah dan terjangkau, sekaligus sehat bagi ekosistem pertanian.

Tanaman yang dikelola secara organik biasanya lebih tahan hama penyakit. Hal itu terkait dengan kesuburan tanaman yang tumbuh di tanah yang sehat. Kalau tanah subur maka tanaman akan jauh lebih bagus tumbuhnya. Tanaman lebih akan tahan hama. Kalau tanah itu menjadi subur karena penambahan bahan organik, kita asumsikan tanaman di atasnya akan mendapat unsur hara yang lebih bagus. Sebaliknya, jika tanah mengandung banyak bahan sintetik maka mikroorganisme dalam tanah tidak berkembang. Padahal mikroorganisme berfungsi penting menjaga keseimbangan ekosistem. Mikroorganisme bisa sebagai biodekomporser. Ada juga yang sifatnya antagonis bisa mengendalikan penyakit, tetapi tak bisa berkembang karena penggunaan bahan kimia.

Kita Perlu melakukan edukasi pada petani dalam mempromosikan pertanian organik sebagai sebuah solusi pertanian berkelanjutan. Bertani organik juga membutuhkan totalitas dan konsistensi, sekali menyatakan organik maka tak boleh lagi menggunakan bahan-bahan kimiawi meski itu dalam skala kecil. Ketika kita memutuskan untuk berorganik maka harus ada totalitas, dalam artian semua penggunaan bahan kimiawi harus dihentikan. Tidak boleh sekarang organik lalu musim selanjutnya kembali ke pupuk sintetik. Butuh kesabaran yang tinggi. Pupuk organik harus selalu diberikan selama beberapa musim. Tantangannya kemudian maukah kita bercapek-capek dahulu, bersenang-senang kemudian?

Dalam kenyataannya, sebagian besar petani ingin serba instan, padahal dalam berorganik butuh proses yang tak mudah. Misalnya harus menyediakan pupuk organik yang banyak. Meski bisa dibeli, membuat pupuk organik sendiri jauh lebih baik karena petani bisa menjamin keaslian pupuk yang dihasilkan.

Makanya yang harus didorong adanya in situ untuk pembuatan pupuk organik di tingkat petani. Harus in situ juga agar tidak lagi capek-capek mengangkut pupuk ke lahan.

Pertanian organik ini bisa juga diterapkan untuk tanaman keras dan jangka panjang, seperti kakao. Tidak hanya untuk produk sayur-sayuran, seperti yang banyak dilakukan selama ini.

Sekarang kan ada pasar untuk kakao organik seperti Jepang, yang sangat ketat mengatur tentang hal ini. Untuk mewujudkan hal ini maka perlu pendampingan intens ke petani-petani agar tidak lagi tergantung pada pupuk dan pestisida sintetik. Kepada petani agar diajarkan tidak perlu memakai pestisida. Butuh sinergi petani, swasta dan pemerintah untuk mengurangi penggunaan pestisida ini. Petani juga bisa melakukan diversifikasi tanaman.

Saya titip pesen kepada Bapak-Ibu Petani organik untuk terus mengembangkan pertanian organik ini. produkhasil pertaniannya dikemas dengan lebih baik agar harga jualnya semakin bagus. Saya yakin, pasar untuk konsumen produk pertanian organik ini sangat besar. Jika kita terus bersinergi, saling membantu, dan bergotong-royong, pertanian organik ini akan semakin maju dan berkembang serta para petaninya semakin sejahtera.

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, selanjutnya dengan memohon ridho Allah SWT, seraya mengucap bismillahhirrohmannirrohim, Festival Pertanian Organik Jawa Tengah, secara resmi saya buka dan dimulai. Semoga event ini berjalan lancar dan sukses. Sekian dan terima kasih atas kebersamaan kita.

Wabillahi taufiq wal hidayah,

Wassalamualaikum Wr.Wb.

                WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH

 

 

 

     H. TAJ YASIN