SAMBUTAN

SEKRETARIS DAERAH

PROVINSI JAWA TENGAH

PADA ACARA

PEMBUKAAN RAPAT KOORDINASI KELOMPOK KERJA INDEKS DEMOKRASI INDONESIA (IDI) JAWA TENGAH TAHUN 2019

SEMARANG, 10 NOVEMBER 2019

Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati, Direktur Politik Dalam Negeri, Tim ahli IDI dan Akademisi;

Bappeda, Kepala Badan Kesbangpol Prov. Jateng;

Para Peserta Rakor, Undangan dan Hadirin yang berbahagia;

Puji syukur marilah senantiasa kita panjatkan kehadirat  Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan taufik dan hidayah-Nya, pada pagi hari ini kita dapat menghadiri acara Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Jawa Tengah Tahun 2019, dalam keadaan sehat wal’afiat. 

Atas nama pemerintah Provinsi Jawa Tengah, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi forum ini. Selain sebagai wahana diskusi, sharing, bertukar pikiran dan gagasan, forum ini juga menjadi media untuk merumuskan solusi terkait berbagai permasalahan yang menyangkut iklim demokrasi di Jawa Tengah. Harapan saya, forum ini dapat didaya gunakan sebaik mungkin dalam rangka meningkatkan Indeks Demokrasi di Jawa Tengah sebagai salah satu keberhasilan mencapai RPJMD 2018-2023 karena Indeks Demokrasi merupakan salah satu indikator yang masuk dalam RPJMD tersebut.

Bapak-Ibu, Pengukuran Indeks Demokrasi merupakan bagian penting dari upaya mengukur jalannya konsolidasi demokrasi di Indonesia sejak masa transisi demokrasi tahun 1998. Parameter tersebut menjadi pijakan dalam upaya evaluasi atas kinerja demokrasi di Indonesia. Dengan demikian, kita akan dapat mengetahui proses konsolidasi demokrasi yang berjalan apakah sudah sesuai dengan jalur demokrasi. Di samping itu, pengukuran IDI juga akan dapat digunakan sebagai tolok ukur untuk perbaikan apa saja yang perlu dilakukan yang kemudian akan dapat dimanifestasikan dalam bentuk program dan kegiatan dalam mendukung jalannya konsolidasi demokrasi.

Berdasarkan Berita Resmi BPS tanggal 29 Juli 2019, secara kumulatif capaian Indeks Demokrasi Indonesia Jawa Tengah 2018 sebesar 72,17 poin (Kategori “Sedang”). Capaian tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun 2017 yang sebesar 70,85 poin. Hal ini disebabkan beberapa fluktuasi varibel di masing-masing aspek yaitu :

Aspek Kebebasan Sipil meningkat sebesar 7,14 poin (dari 69,07 menjadi 76,21). Peningkatan tersebut disebabkan mening-katnya variabel kebebasan berkumpul dan berserikat naik dari 6,25 poin menjadi 97,66 poin, vaiabel kebebasan berpendapat naik dari 61,82 poin menjadi 64,56 poin dan variabel kebebasan dari diskriminasi naik dari 68,53 poin menjadi 75,25 poin namun pada vaiabel kebebasan ber-keyakinan mengalami penurunan dari 81,54 poin menjadi 75,38 poin.

Sedangkan Aspek Hak-Hak Politik menurun 0,32 poin (dari 67,24 menjadi 66,92). Penurunan tersebut akibat menurunnya variabel hak memilih dan dipilih turun dari 84,48 poin menjadi 83,84 poin. Hal ini terjadi karena menurunnya skor indikator perempuan terpilih di DPRD Provinsi Jateng yaitu dari 80,00 poin menjadi 73,33 poin.

Untuk Aspek Lembaga-Lembaga Demokrasi juga mengalami penurunan sebesar 3,40 poin (dari 78,82 menjadi 75,42). Penurunan tersebut akibat menurunnya variabel peran birokrasi Pemerintah Daerah dari 83,16 poin menjadi 54,30 poin. Hal ini terjadi akibat skor kebijakan pejabat pemerintah daerah yang dinyatakan bersalah oleh Keputusan PTUN yaitu dari 63,16 poin menjadi 0,00 poin.

Dengan berbagai gambaran tersebut diatas, maka mari kita jadikan Rakor ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergitas dan korrdinasi dalam rangka meningkatkan capaian IDI di Jateng. Jika sudah dalam kategori “Baik” terus ditingkatkan dan jika masih kurang baik untuk terus dipacu dengan semangat dan kerja keras agar semakin baik lagi.

Harapan saya Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Jawa Tengah dapat meningkat di tahun mendatang melewati capaian Nasional dan apabila memungkinkan dapat masuk di 10 besar diantara provinsi lain di Indonesia. Maka berbagai kegiatan untuk meningkatkan kinerja Tim Pokja IDI harus sering dilakukan seperti diskusi, seminar di daerah yang melibatkan unsur pemerintah, unsur masyarakat seperti tokoh masyarakat, akademisi, aktivis LSM, pekerja media, dsb.

Lebih lanjut, mari kita diskusikan bersama hal-hal yang menjadi cara dan upaya kita dalam meningkatkan IDI Jawa Tengah. Sudah ada narasumber yang kompeten dan berpengalaman. Moggo bapak-ibu peserta rakor, bertanyalah jika ada hal-hal yang dirasa kurang jelas. Jangan malu untuk bertanya maupun mengungkapkan permasalahan yang terjadi di lokus kerja saudara agar masalah tersebut bisa kita atasi bersama. Mekaten nggih.

Hadirin yang berbahagia;

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Selanjutnya, dengan mengucap bismillahhirrohmannirrohim, Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Jawa Tengah Tahun 2019, secara resmi saya buka dan dimulai. Semoga forum ini berjalan dengan lancar dan menghasilkan output yang memberikan kebermafaatan bagi peningkatan Indeks Demokrasi Jawa Tengah. Sekian dan terima kasih.

Wabillahi taufik wal hidayah.

Wassalamu`alaikum Wr. Wb.

  PJ. SEKRETARIS DAERAH  

  PROVINSI JAWA TENGAH

 

 

 

 

 

                          HERRU SETIADHIE, SH, M.Si