SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA

RAPAT KOORDINASI LINTAS SEKTORAL  OPERASI LILIN CANDI 2019

SEMARANG, 10 DESEMBER 2019

 

       Assalamu `alaikum Wr.Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.

 

Yang saya hormati, unsur Forum Koordinasi Pim-pinan Daerah Provinsi Jawa Tengah dan para peserta rapat yang berbahagia;

Hari ini kembali kita bersilaturahmi sebagai bagian dari koordinasi kita untuk membahas hal aktual dan krusial yang perlu perhatian dan siner-gitas penyikapan dalam menyambut perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Kita semua tentu berharap bahwa perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 dapat berjalan lancar, serta senantiasa dalam suasana yang aman, sejuk dan kondusif.

Alhamdulillah saat ini situasi  dan  kondisi  Jawa  Tengah  secara  umum  kondusif.  Namun  di  bulan  ini  kita  akan memasuki musim hujan, bencana banjir, angin puting beliung dan tanah longsor harus kita waspadai bersama. Semua harus siaga, tanggap dan tangguh menghadapi kerawanan bencana yang mungkin terjadi di wilayah Jawa Tengah.

Selain kondisi cuaca yang memasuki musim hujan, beberapa isu harus terus menjadi perhatian dan antisipasi supaya tidak berdampak negatif bagi kehidupan masyarakat di Jawa Tengah, antara lain yaitu:

Isu atas mobilitas masyarakat

1.     Atas bencana yang terjadi tentu berpengaruh pada aktivitas dan mobilitas masyarakat pada perayaan Natal dan Tahun Baru ini.

2.     Langkah antisipasi perlu dengan menyiapkan sistem informasi realtime untuk menginfor-masikan kepada masyarakat pengguna jalan atas kondisi jalan di Jawa Tengah. Seperti halnya, dimana titik-titik rawan banjir atau tanah longsor, kemudian mana-mana saja jalan alternatif yang bisa dilalui ketika ada jalan yang tertutup banjir atau tanah longsor. Begitu pula mana-mana saja jalan yang masih dalam taraf perbaikan,  dll.

3.     Penanganan atas bencana juga harus selalu siap 24 jam, baik SDM maupun peralatannya dan logistiknya.

4.     Termasuk rekayasa lalu lintas harus menjadi perhatian pada simpul-simpul yang berpotensi terjadi kemacetan serta kelengkapan rambu-rambunya. Juga tidak kalah penting perha-tikan manajemen pengoperasian kendaraan pengangkut barang.

5.     Untuk moda angkutan umum, lakukan cek kelaikan kendaraan, pastikan fasilitas untuk mendukung keamanan dan kenyamanan ken-daraan, serta pemeriksaan kesehatan penge-mudi. Rest area juga dipersiapkan yang baik.

 

Isu bidang Ekonomi

1.     Pada setiap peringatan hari besar/hari raya keagamaan, ketersediaan, pasokan, distribusi serta fluktuasi harga bahan kebutuhan pokok masyarakat menjadi hal yang harus terus menjadi fokus perhatian kita.

2.     Berkaitan dengan harga pangan pokok, di Jateng selalu real time kita pantau  dengan aplikasi SiHati yang dikelola oleh TPID Prov. Jateng. Termasuk data produksi komoditas pangan di sentra-sentranya, seperti cabai, bawang merah, daging sapi  dll. Pengalaman kita, dengan aplikasi ini penanganan terhadap gejolak harga dan kurangnya stok pangan di pasar yang mungkin terjadi bisa cepat sehing-ga tidak berdampak luas di masyarakat.

3.     Berkenaan dengan kegiatan stabilisasi harga tersebut, dipastikan bahwa stok kebutuhan pokok di Jateng masih dalam kondisi yang aman.

4.     Harga Kepokmas 3 bulan terakhir cenderung stabil.

5.     Secara umum perkembangan  harga  kapok-mas  1 (satu)  bulan  ke  depan masih aman bahkan cenderung stabil.

6.     Jadi ketahanan pangan Jawa Tengah  men-jelang Natal 2019 dan Tahun baru 2020, relatif cukup mantap. Dari aspek ketersediaan pangan strategis di Jawa Tengah  semua komoditas  tersedia cukup (bahkan terdapat komoditas surplus) yaitu mampu untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat beberapa bulan kedepan.

 

7.     Dari aspek konsumsi dan keamanan pangan, perlu diwaspadai peredaran bahan pangan kadaluarsa dan tambahan bahan makanan yang membahayakan (pengawet, pewarna, pemanis dll) bagi masyarakat.

 

8.     Antisipasi dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru  :

a.   Pengawasan Barang Beredar :

-            Parcel-parcel

-            Barang tidak halal,

-            barang tidak layak edar,

-            barang tidak layak konsumsi,

-            barang berbahaya

b.  Mendirikan Posko di toko swalayan

c.   Sidak ke pusat-pusat distributor, pasar tra-disional, toko modern

d.  Fasilitasi sembako murah.

 

9.     Khusus untuk BBM, yang harus jadi perhatian adalah ketersediaan dan pastikan distribusinya berjalan dengan baik. Pastikan ketersediaan cukup untuk memenuhi kebutuhan mayarakat, khususnya gas melon bersubsidi yang di be-berapa tempat mengalami kesulitan.

 

??????????????????????????????

?)?$#*%*#,?:0,-0;0*#,?*0$#)*#,?

*0,(#&##,?#,-*%/#,?%'%'?()?

/0&'),#$@?:44$?(#,?-#&#.)?*0,(#&##,?

??????????????????

?????????????????????????????????

?0'0,%2#,?A#.)$)/#.?%,/%*?*0#'#,#,?

(#,?*0,+#'#,#,?*0,(#&##,?#,-*%/#,?

%'%'?B:0'0;#2?*#;#@????@??(#,?#$#/?

:0'#(#'?*01#*#&#,C

?????????

?)? $#*%*#,? :0'0&)*.##,? *0.02#/#,? :#(#?

:0,-0'%()?1%.??

?)? ()&)*#,? ?0./? ?&0#? -%,#? ?.7&#2#/?

:0,-0'%

Isu Bidang Politik dan Keamanan

1.   Bangun dan fasilitasi forum kemitraan yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, termasuk FKUB, FPBI, Kominda, FKDM, dan Ormas dalam menjaga kondusifitas wilayah.

2.     Angka kriminalitas saat ini masih cukup tinggi sehingga harus diupayakan  penanganan  dan  antisipasi yang terpadu dari aparat ke-amanan.

3.     Potensi  adanya  aksi  terorisme  maupun an-caman  bom  terhadap  kegiatan  Natal  Tahun   dan  Tahun  Baru  ditempat  tempat  kera-maian  seperti  Gereja,  Tempat  Wisata, Ho-tel, Mall, harus diantisipasi.

4.     Pengamanan secara profesional dan propor-sional atas aksi-aksi di masyarakat dan berbagai demonstrasi yang terjadi. Ambil jalan damai dan persuasif.

Antisipasi kondusifitas daerah :

1.     Optimalkan  Posko  Terpadu  Natal  dan  Ta-hun baru.

2.     Tingkatkan  kewaspadaan dan  Deteksi  dini  terhadap  semua  potensi kerawanan  dan  konflik  horizontal  yang  akan terjadi.

3.     TNI - POLRI  terus  memonitor  perkembangan dan  situasi  terhadap  indikasi  potensi ke-rawanan.

4.     Koordinasi,  komunikasi  dan  kerjasama  an-tara aparat terkait dalam rangka antisipasi terhadap potensi kerawanan.

5.     Optimalkan  peran  FKUB,  FKDM,  FPK, FKPT  dan  semua  ormas  dan  elemen masyarakat  dalam  mencegah  dan mengantisipasi mun-culnya konflik.

Itulah beberapa hal yang dapat saya sampaikan. Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa memper-kuat sinergi kita dalam mengambil langkah tindak yang tepat agar perayaan Natal tahun 2019 dan Tahun Baru 2020 berjalan lancar, tertib, aman dan nyaman.

Wabilahitaufik wal hidayah,