SAMBUTAN

GUBERNUR JAWA TENGAH

PADA

PLATINUM GATHERING

“42 TAHUN BPJAMSOSTEK

TUMBUH BERSAMA PEKERJA INDONESIA”

SURAKARTA, 6 DESEMBER 2019

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Selamat malam dan salam sejahtera untuk kita semua.

 

Yang saya hormati, Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK beserta jajarannya;

Kawan-kawan Birokrasi Pemerintah Daerah;

Tamu Undangan dan hadirin yang berbahagia;

      

”42 Tahun BPJAMSOSTEK Tumbuh Ber-sama Pekerja Indonesia”. Rentang waktu yang cukup lama untuk sebuah pengabdian. Saya sampaikan ”Selamat Ulang tahun ke-42” kepada segenap Keluarga Besar BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK. Mudah-mudahan di usia yang hampir setengah abad ini, kinerja BPJAMSOSTEK semakin baik dalam menyeleng-garakan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Saya menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Selain menjadi ajang silaturahmi, forum ini juga bisa menjadi media untuk berdiskusi, sharing dan membahas persoalan terkait pelaksanaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Jawa Tengah.

Bapak-Ibu yang saya hormati;

Maka, saya berterima kasih kepada para pengusaha karena Jawa Tengah menerima Anugerah Paritrana 2018 dan 2019 sebagai provinsi terbaik penyelenggaraan perlindungan tenaga kerja melalui jaminan sosial ketenaga-kerjaan (JSK). Artinya, kesadaran pengusaha akan pentingnya jaminan sosial bagi tenaga kerja semakin baik. Melalui penghargaan ini mudah-mudahan semakin meningkatkan kesadaran dan citra positif penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan, baik melalui regulasi ataupun edukasi kepada pengusaha dan pekerja.

Berbicara soal Jaminan Sosial Ketenaga-kerjaan, memang sudah seharusnya tenaga kerja mendapatkan pelindungan. Tenaga kerja sebagai pelaksana pembangunan harus dijamin haknya, diatur kewajibannya dan dikembangkan daya gunanya. Bentuk perlindungan tenaga kerja di Indonesia yang wajib di laksanakan oleh setiap pengusaha atau perusahaan yang mempekerja-kan orang lain, yaitu pemeliharaan dan pening-katan kesejahteraan.

BPJAMSOSTEK, sebagai perusahaan penye-lenggaran jaminan sosial tenaga kerja, berperan strategis dalam memberikan perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi risiko sosial ekonomi tertentu dengan menggunakan mekanis-me asuransi sosial. Ada Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK); Jaminan Hari Tua (JHT); Jaminan Kematian (JK); dan Jaminan Pensiun.

Dapat saya sampaikan bahwa jumlah ke-pesertaan aktif BPJAMSOSTEK per 22 November 2019 sebanyak 66.797 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 2.943.127 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.757.377 merupakan Penerima Upah (pekerja formal); 261.401 merupakan Bukan Penerima Upah atau BPU (pekerja non formal); dan 966.349 pekerja Jasa Konstruksi.

Jateng juga meraih Juara Nasional Pengawasan Terpadu Ketenagakerjaan. Peme-riksaan ke perusahaan-perusahaan dilakukan oleh Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan dengan Wasrik oleh BPJAMSOSTEK.

Kepesertaan di dalam BPJAMSOSTEK juga penting untuk melindungi tenaga kerja terhadap risiko kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) yang sering terjadi di tempat kerja. Maka, kepada Pengusaha atau Pemberi Kerja, saya minta dapat menerapkan Sistem manajemen K£ (SMK3) agar pekerja terhindar dari kecelakaan kerja, antara lain: pemeliharaan alat/mesin di tempat kerja dengan perawatan secara rutin; serta pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) di tempat kerja.

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.

Sekian, terimakasih.

Wabillahitaufik wal hidayah,

Wassalamu`alaikum Wr.Wb.

 

GUBERNUR JAWA TENGAH

 

H. GANJAR PRANOWO, SH. M.IP