ATUR PANGANDIKAN

GUBERNUR JAWA TENGAH

ING ADICARA

PERTEMUAN TAHUNAN BANK INDONESIA 2019

SEMARANG, 5 DESEMBER 2019

 

Assalamu‘alaikum Wr. Wb.

Karaharjan saha katentreman mugya tansah tumanduk dhumateng kita sami;

 

Ingkang kinurmatan, Pangarsa Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah;

Paranpara saha Panyarta Pepanggihan;

Sagunging para rawuh ingkang minulya;

 

Alhamdulillah, Gusti Allah Ingkang Maha Agung tansah paring pinten-pinten kanikmatan, sahengga panjenengan lan kula saged silaturahmi ing Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2019, kanthi irah-irahan: “Sinergi transformasi inovasi menuju Indonesia maju”.

Nuwun sewu, salajengipun kula matur ngginakaken Basa Indonesia kemawon supados atur kula saged katampi kanthi sae.

Bapak-Ibu, kita patut bersyukur, kinerja perekonomian Jawa Tengah masih sangat baik dan menjadi salah satu kontributor ekonomi Indonesia. Seperti yang tadi telah disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, pada triwulan III 2019 ekonomi Jawa Tengah mampu tumbuh sebesar 5,66%. Kinerja ekonomi Jawa Tengah ini secara konsisten terus tumbuh di atas nasional setidaknya dalam 10 (sepuluh) tahun terakhir.

Selain itu, hal positif lainnya adalah tingkat inflasi dapat kita kelola dengan baik. Pada Oktober 2019, inflasi kita 2,84%, lebih rendah dari inflasi nasional sebesar 3,13%.Tingkat Pengangguran Terbuka, juga mengalami penurunan sebesar 0,01 persen menjadi  4,22 persen pada Februari 2019 dibandingkan dengan Februari 2018. Realisasi investasi di Jawa Tengah menunjukkan pertumbuhan positif dengan rata-rata pertumbuhan 34,1% pertahun (2013-2018). Pada tahun 2018 realisasi Investasi kita mencapai 59,27 Trilyun, lebih tinggi dari target sebesar 47,15 Trilyun.

Penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah tiap tahun juga menunjukkan hal positif. Jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah periode Maret 2019 turun sebanyak 124,2 ribu orang dari periode September 2018. Dengan penurunan itu, maka sampai saat ini jumlah penduduk miskin di Jateng sebesar 3,74 juta orang atau 10,80%, berkurang dari kondisi September 2018 yang mencapai 3,87 juta orang atau 11,19%. Namun demikian, angka kemiskinan Jateng masih berada di atas angka nasional yaitu 9,41%. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk meningkatkan kese-jahteraan masyarakat miskin dengan mendorong petumbuhuan ekonomi yang didukung infra-struktur.

Hadirin yang saya hormati;

Peran Provinsi Jawa Tengah terhadap nasional sangat besar, mengingat besarnya kontribusi sektor pertanian serta industri pengolahan di Jawa Tengah. Jawa Tengah menjadi salah satu produsen utama pangan nasional, khususnya pada komoditas pangan strategis beras, serta komoditas penting lainnya seperti aneka bawang dan aneka cabai. Peran industri pengolahan juga tidak kalah penting. Komoditas unggulan ekspor Jawa Tengah, diantaranya Tekstil dan Produk Tekstil dan Furnitur, menjadi salah satu kontributor utama ekspor di tingkat nasional. Hasil produksi industri makanan dan minuman serta industri pengolahan minyak-gas di Jawa Tengah berkontribusi besar terhadap pemenuhan konsumsi di dalam negeri.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selalu berusaha mendorong peluang investasi yang lebih besar, khususnya pada sektor industri pengolahan, pertanian, energi, properti dan infrastruktur, serta pariwisata. Potensi investasi yang besar di Jawa Tengah tersebut tentu perlu didukung oleh dukungan infrastruktur yang baik, tenaga kerja yang terampil dan ahli, serta komitmen kuat dari para pemangku kebijakan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Untuk menarik investor, Pemprov Jateng telah melakukan terobosan inovasi melalui berbagai program yang memudahkan para investor berinvestasi seperti, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK), reformasi peraturan perizinan dan penggunaan system On line Single Submission (OSS), pembentukan Sistem Informasi Aplikasi Perizinan Jawa Tengah (SIAP JATENG), membuat pusat informasi dan promosi yang terintegrasi untuk investasi, yaitu Koridor Perdagangan, Investasi dan Pariwisata Jawa Tengah (KERIS JATENG), dll. Maka, Pemerintah Pusat memberikan penghargaan Peringkat I dalam ajang Investment Award 2018.

Berbagai program pembangunan terus kita kerjakan. Di antara program-program pemba-ngunan tersebut, ada 10 program unggulan yang saya harap berdampak signifikan bagi penurunan angka kemiskinan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi. 10 program unggulan tersebut adalah Sekolah Tanpa Sekat; Peningkatan peran rumah ibadah, fasilitasi pendakwah dan guru pendidik agama; Reformasi birokrasi di Kabupa-ten/Kota yang dinamis berbasis teknologi informasi dan sistem layanan terintegrasi; Satgas kemiskinan, bantuan desa, rumah sederhana layak huni; Obligasi daerah, kemudahan akses kredit UMKM, penguatan BUMDes dan pelatihan start up untuk wirausaha muda; Menjaga harga komoditas dan asuransi gagal panen untuk petani serta melindungi kepentingan nelayan; Pengem-bangan transportasi masal, revitalisasi jalur kereta dan bandara serta pembangunan embung/ irigasi; Pembukaan kawasan industri baru, dan rintisan pertanian terintegrasi; Rumah sakit tanpa dinding, sekolah biaya pemerintah khusus untuk siswa miskin dan bantuan sekolah swasta, ponpes, madrasah dan disabilitas; dan Festival seni serta pengembangan infrastruktur olahraga, rumah kebudayaan dan kepedulian lingkungan.  

Selain Program unggulan, kita juga lakukan transformasi program pembangunan Jawa Tengah sesuai arahan Pemerintah Pusat, yaitu percepatan pembangunan wilayah melalui pendekatan Pull Factor Strategy dimana prioritas pusat-pusat pertumbuhan dirancang akan menarik wilayah sekitarnya, yaitu:

Ø Pengembangan Kawasan Industri Kendal sebagai Pusat Startegis Nasional (PSN) akan menarik Wilayah Pengembangan (WP) sekitar Kedungsepur dan kemudian akan menarik Wanarakuti dan Banglor;

Ø Pengembangan Kawasan Strategis Prio-ritas Nasional (KSPN) Borobudur selain akan menarik kawasan Purwomanggung, juga akan menarik kawasan Sobosukowonosraten;

Ø Pengembangan Kawasan Industri (KI) Brebes akan menarik kawasan Bregasmalang, Petanglong dan Barlingmascakeb;

Jateng juga terus bergerak pada inovasi-inovasi berbasis teknologi informasi untuk kesejahteraan petani. Kita terus mengembangkan berbagai aplikasi yang memudahkan petani untuk memasarkan hasil pertanian secara online. Kami ciptakan aplikasi e-petani, dan Rego Pantes sebagai salah satu solusi perdagangan online produk pertanian langsung dari petani ke konsumen dengan harga yang pantas untuk semua pihak. Untuk transaksi dalam skala besar kita punya aplikasi Eragano. Selain itu, aplikasi Geotaging untuk pemetaan lahan dalam rangka mengetahui produktifitas petani. Sedangkan untuk membantu UMKM kita punya program Mitra 02, Mitra 25 dan Kredit Mini. UMKM Jateng juga kita dorong untuk naik kelas melalui cyber UMKM Sadewa Market dan kita beri pendampingan.

Pembangunan Jateng juga terus kita arahkan untuk mewujudkan Pemerintahan yang baik dan bersih. Sistem e-planning dan e-budgeting yang diterapkan Pemprov Jateng dan telah terintegrasikan melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) mampu menciptakan efisiensi sebesar Rp 1,2 trilliun pada tahun 2018. Atas terobosan tersebut, Pemprov Jateng mendapatkan penghargaan karena memperoleh penilaian A dari Kementerian Pendayagunaa