SAMBUTAN

        WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH

        PADA ACARA

SAFARI MAULID SIMTHUDDURROR

PONDOK PESANTREN AL ASYHAR

         KAB. SEMARANG, 13 DESEMBER 2019

 

Bismillahirrohmaanirrohiim

Assalamualaikum Wr. Wb.

 

Yang saya hormati, Pengasuh Ponpes Al Asyhar;

Yang saya hormati, Habib Farid bin Masyhur Al Munawwar;

Para Kyai, Alim Ulama, Ustad, Sesepuh, Pinisepuh dan Para Santri yang berbahagia;

 

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Alhamdulillah pada kesempatan yang membahagiakan ini kita dapat bersama-sama hadir menyertai dalam acara Safari Maulid Simthuddurror Sholawatan bersama Habib Farid Bin Masyhur Al Munawwar, Pondok Pesantren Al Asyhar, Tuntang, Kab. Semarang.

Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saya memberikan apresiasi atas di-selenggarakannya kegiatan ini karena selain meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, kegiatan ini juga menjadi wahana untuk berdo’a serta mengingat junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Sholawatan ini juga sebagai wujud penghormatan kepada beliau atas jasa – jasanya dalam perjuangan dan perkembangan Agama Islam. Maka keteladanan beliau bisa dijadikan inspirasi dan sumber motivasi, terutama dalam memanifestasikan sikap Islami yang rahmatan lil alamin, Islam sejati sebagaimana dituntunkan dalam Al-Quran dan Hadist Rasullulah SAW.

Bapak-Ibu, Belakangan ini, bangsa kita sedang diuji, nilai-nilai kemajemukan dan kebangsaan sudah mulai luntur. Tidak hanya itu, sikap dan perilaku intoleransi, radikalisme, terorisme serta maraknya ujaran kebencian masih menjadi permasalahan yang dapat memecah belah persatuan Indonesia. Kita harus  waspada dan lebih aware terhadap hal itu.

Pada kesempatan yang baik ini, saya mengajak para Ulama,  Kyai, Tokoh agama dan para santri untuk menjadi garda terdepan dalam melawan sikap-sikap intoleransi, radikalisme, terorisme serta ujaran kebencian. Jadilah agen-agen penyebar kedamaian dan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Mari kita menjaga hati, pikiran, perkataan. Jangan lagi saling mencaci dan dengan mudahnya mengumbar ujaran kebencian.

Mari kita rapatkan barisan, merekatkan persatuan, menjaga Indonesia dari perpecahan. Mari kita Jadikan Jawa Tengah sebagai Benteng Pancasila. Ayo kita terus berkontribusi, berbuat yang terbaik untuk merawat Indonesia. Demi Indonesia yang merdeka, berdaulat adil dan makmur. NKRI harga mati.

Melalui kegiatan pengajian dan sholawatan semacam inilah nilai-nilai ajaran Islam yang damai dan rahmatan lil alamin disebarkan. Jangan lupa untuk terus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam setiap kegiatan dakwah seperti ini agar masyarakat semakin cinta tanah air, bangsa dan negara Indonesia.

Bapak-Ibu, pada kesempatan ini saya juga ingin menegaskan bahwa Pondok Pesantren sebagai institusi pendidikan berbasis agama mempunyai peran sangat strategis dalam membentuk dan melahirkan generasi penerus bangsa yang Akhlaqul Karimah sebagai daya dukung percepatan pembangunan bangsa. Kita akui, Pondok Pesantren merupakan basis pembelajaran dan pengaplikasian Agama Islam yang Rahmatan Lil Alamin, yaitu Agama Islam yang membawa rahmat tidak hanya bagi umat Islam tetapi juga bagi siapapun makhluk ciptaan Allah SWT. Pondok Pesantren juga menjadi motor penggerak dan penyebar perdamaian, ramah dan toleran. Jika ketiganya bisa kita pelihara, tentu proses pembangunan bangsa akan semakin cepat dan lancar.

Pendidikan di Pondok Pesantren secara karakter bisa dikatakan jauh lebih unggul dibandingkan dengan sekolah formal. Di Pesantren, landasan moral dan Agama begitu kuat diajarkan sehingga para santri mampu menyerap nilai-nilai tersebut dan hasilnya pun kita bisa lihat sendiri, pesantren mampu menghasilkan SDM yang mempunyai karakter Akhlakul Karimah serta mempunyai moral sesuai ajaran Islam.

Menjadi harapan saya dan mungkin semua yang ada di sini agar Pesantren tidak hanya mampu melahirkan SDM yang mempunyai karakter, moral dan punya pengetahuan Agama saja, tetapi juga berkualitas, mempunyai pengetahuan keilmuan lainnya yang dapat mereka gunakan sebagai modal dalam menjalani kehidupan (life skil).

Saya ingin nantinya Jateng punya Pesantren Vokasi. Jadi pada dasarnya, sekolah vokasi untuk pesantren adalah pendalaman kurikulum agar menciptakan link and match. Hal ini untuk mendorong agar pesantren tidak semata-mata hanya mengembangkan ke-syariah-an atau pendidikan agama Islamnya saja, tetapi juga memastikan bahwa pesantren dapat melahirkan tenaga kerja siap pakai. Dengan pendidikan vokasi di pesantren ini, maka para santri tidak hanya memilliki keahlian di bidang agama saja namun juga mempunyai kemandirian, jiwa entrepreneur dan akan memiliki keahlian tertentu seperti di bidang teknik maupun mekanik. Dengan demikian, ke depannya nilai jual lulusan pesantren akan meningkat karena mereka tidak hanya memiliki latar belakang pendidikan agama Islam yang kuat, namun juga mempunyai keahlian yang mumpuni sehingga dapat melampaui lembaga pendidikan lainnya.

Hadirin yang berbahagia;

Demikian yang dapat saya sampaikan pada kesempatan yang amat berbahagia ini.

Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan usaha luhur kita membangun Indonesia.

Sekian dan terima kasih atas kebersamaan kita.

Wabillahi taufik wal hidayah

Wassalamualaikum Wr.Wb.

 

                   WAKIL GUBERNUR JAWA TENGAH

 

 

             H. TAJ YASIN